Berita Pelatihan http://www.bbpp-lembang.info/ Wed, 20 Nov 2019 23:37:19 +0700 FeedCreator 1.8.3 (obRSS 1.9) http://www.bbpp-lembang.info/images/ Berita Pelatihan http://www.bbpp-lembang.info/ Berita seputar pelaksanaan Diklat di BBPP Lembang Peran Penyuluh Program IPDMIP Mendukung Kostra Tani http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1562-peran-penyuluh-program-ipdmip-mendukung-kostra-tani bbpplembang pembukaan IPDMIP angkt4-6Kostra Tani merupakan terobosan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan peran penyuluh pertanian.  Setiap Balai Penyuluhan Pertanian akan dilengkapi data dan dilengkapi perangkat digital kapan panen, proses tanam, dinamika pasar dalam dan luar negeri serta pergerakan alsintan.

LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, mengadakan Kegiatan Penyegaran Program Program Integrated Participatory Development and Mangement of Irrigation Project (IPDMIP) yang dilaksanakan selama 1 minggu mulai 17-23 November 2019. Kegiatan diikuti oleh 90 orang penyuluh pertanian dari berbagai provinsi di wilayah Indonesia yang merupakan wilayah IPDMIP.

Pembukaan kegiatan, Senin (18/11/2019) oleh Lutfi Halide. Dihadiri oleh seluruh Kepala UPT Kementerian Pertanian Lingkup Lembang, yaitu Kepala BBPP Lembang, Kepala BPTP Jawa Barat, Kepala BIB Lembang, Kepala Balitsa, dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bandung.

Dalam sambutan selamat datang, Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud menyampaikan: “Kebijakan Kementerian terkait penyuluhan saat ini adalah Kostra Tani. Ini diharapkan dapat menggerakkan penyuluh dalam pembangunan pertanian,” jelasnya

bbpplembang pembukaan IPDMIP angkt4-6 1Lutfi Halide menyampaikan, “Program 100 hari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yaitu bagaimana memenuhi pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia. Dibutuhkan kolaborasi Kementerian Pertanian lintas sektoral untuk satu data tentang pertanian,” jelas Lutfi. “Mentan juga menegaskan peran penyuluh pertanian penting karenanya dibentuk Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) sebagai simpul koordinasi karena pusat kegiatan pertanian akan berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).” “Mari kita semua bekerja ikhlas menjalani peran dalam pembangunan pertanian untuk kesejahteraan petani”, ajak Lutfi dihadapan para peserta pembekalan IPDMIP. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 18 Nov 2019 22:51:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1562-peran-penyuluh-program-ipdmip-mendukung-kostra-tani
Pelatihan Vokasi Budidaya Krisan Potong Mencetak SDM yang Handal http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1559-pelatihan-vokasi-budidaya-krisan-potong-mencetak-sdm-yang-handal bbpplembang pelatihanvokasi tanamanhiasCIANJUR. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, turut berpartisipasi aktif mencetak SDM bidang pertanian yang handal dan mampu bersaing serta dibutuhkan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Melalui Pelatihan Teknis Tematik Vokasi Budidaya Krisan Potong, tantangan tersebut mencoba untuk dijawab oleh BBPP Lembang di era Revolusi Industri 4.0 ini. Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari mulai 7 – 11 Oktober 2019 bertempat di Stasiun Terminal Agribisnis (STA) Cigombong Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Peserta pelatihan sebanyak 30 orang petani milenial yang bergerak di usaha budidaya krisan potong.

bbpplembang pelatihanvokasi tanamanhias1Pembukaan pelatihan, Senin (07/10/2019) oleh Widyaiswara BBPP Lembang, Yeyep Dintan dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dan para fasilitator. “Perkembangan pasar global menuntut persaingan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja yang kompeten pada bidang tertentu. Ini menuntut tersedianya SDM yang berkualitas dan berdaya saing”, ujar Yeyep saat memberikan penjelasan latar belakang pelaksanaan pelatihan vokasi. ”Peningkatan kompetensi kerja SDM sektor pertanian bisa dengan jalur pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karir sesuai minat dan bakat. Generasi milenial sebagai penerus bangsa, harus diberdayakan kemampuannya dan BBPP Lembang berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan pelatihan pertanian berbasis vokasi yang memadukan (link and match)  antara SDM pertanian dan dengan dunia usaha dunia industri (DUDI)”, jelas Yeyep lagi.

bbpplembang pelatihanvokasi tanamanhias2Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah meningkatkan keterampilan peserta latih sehingga menjadi SDM yang handal dan dibutuhkan oleh DUDI. Capaian yang ingin diperoleh adalah peserta yang telah dilatih akan menjadi SDM yang handal, tidak hanya pada tataran teori namun juga terampil dan kompeten dan siap pakai saat dibutuhkan oleh DUDI. Yang terpenting, melalui Pelatihan Teknis Tematik Vokasi Budidaya Krisan Potong ini, dapat mengubah mindset petani milenial menjadi petani muda yang maju, berwawasan, dan terampil dibidangnya.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi tentang apa yang tercantum didalam SKKNI Krisan Potong dengan Unit Kompetensi Level Pelaksana, yaitu: Melaksanakan Prosedur K3 di Tempat Kerja pada Budidaya Krisan Potong, Menanam Benih Krisan Potong, Memupuk Tanaman pada Budidaya Krisan Potong, Melakukan Perompesan pada Budidaya Krisan Potong, dan Melakukan Kegiatan Sanitasi pada Budidaya Krisan Potong.  (chetty)

 

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 09 Oct 2019 22:42:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1559-pelatihan-vokasi-budidaya-krisan-potong-mencetak-sdm-yang-handal
Alumni Magang Jepang Mengembangkan Jejaring Kerjasama untuk Orientasi Ekspor Produk Pertanian http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1554-alumni-magang-jepang-mengembangkan-jejaring-kerjasama-untuk-orientasi-ekspor-produk-pertanian bbpplembang pelatihan alumniikamajaLEMBANG. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, melakukan berbagai langkah konkrit dalam pengembangan usaha pertanian, salah satunya dengan meningkatkan peran serta para Alumni Magang Jepang untuk memajukan pertanian di Indonesia dalam bidang penguatan pengembangan usaha dibidang pertanian. Kegiatan yang dilakukan adalah Pelatihan Pengembangan Usaha Pertanian Alumni Magang Jepang.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 14 - 16 September 2019 dengan peserta sebanyak 30 orang Alumni Magang Jepang yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jawa Barat. Selama berlatih, peserta memperoleh materi inti tentang kelembagaan agribisnis, identifikasi peluang usaha, moral dan etika bisnis, jejaring usaha/pemasaran dengan fasilitator alumni magang Jepang yang telah sukses dalam bisnis pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian, dan Widyaiswara BBPP Lembang.

Di penghujung pelatihan, dilakukan penandatanganan kerjasama antara Ketua Asosiasi Pengusaha Milenial Ikamaja Indonesia (APMII) dengan PT. Yan’s Fruits and Vegetables Supplier pimpinan salah seorang alumni magang Jepang yang sukses bisnis sayuran dan buah sebagai supplier dari petani dearah Cibodas Lembang. Perjanjian ini dalam hal pengadaan sayuran dan buah dari para alumni magang Jepang ke perusahaan supplier tersebut mulai bulan Oktober 2019. Ini merupakan salah satu cara memperluas jejaring kerjasama dan mempererat silaturahmi antar alumni, dengan orientasi memperluas pasar baik domestik bahkan ekspor.

Penutupan pelatihan, Senin (16/09/2019), oleh Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya. “Secara umum, pelatihan berjalan dengan baik dilihat dari hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan mulai dari monitoring daily mood, evaluasi kepuasan peserta, evaluasi terhadap fasilitator, dan evaluasi pemahaman materi”, jelas Irwan mengawali sambutan. “Berbicara agribisnis harus dari awal hingga akhir, dan kami harap alumni magang Jepang ini terus dapat memperluas jejaring kerjasama baik sesama alumni maupun pihak lainnya agar sejahtera bersama”, tutur Irwan sesaat sebelum menutup pelatihan. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 17 Sep 2019 00:46:45 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1554-alumni-magang-jepang-mengembangkan-jejaring-kerjasama-untuk-orientasi-ekspor-produk-pertanian
Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 dengan Pemberdayaan P4S http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1549-menuju-lumbung-pangan-dunia-tahun-2045-dengan-pemberdayaan-p4s bbpplembang pelatihantematik P4SKarangsariCiamisCIAMIS. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di P4S Karangsari Kabupaten Ciamis. Ini sebagai langkah nyata meningkatkan peran dan kontribusi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaaan Swadaya (P4S) secara berkelanjutan dalam pembangunan pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan dan Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045. Pelatihan diikuti oleh 20 orang petani di wilayah Kabupaten Ciamis dan diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 14 - 16 September 2019.

bbpplembang pelatihantematik P4SKarangsariCiamis2“Pelatihan Teknis Tematik di P4S bertujuan untuk menciptakan kesamaan persepsi dan gerak langkah dalam pelaksanaan pembinaan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, mewujudkan peran dari lembaga P4S sebagai sarana tempat berlatih dibidang pertanian yang maju dan berkesinambungan, dan mewujudkan P4S yang mampu meselaraskan arah dan tujuan dari program pemerintah dibidang pertanian”, tutur Dedi Bahrudin, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis.

Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud tampak hadir ditengah-tengah pelatihan. Disampaikannya tentang Kebijakan Kelembagaan P4S. “P4S merupakan lembaga yang didirikan dari oleh dan untuk petani. Kami bekerjasama dengan P4S untuk menyelenggarakan pelatihan karena P4S sebagai petani maju akan mampu membantu mengubah mindset petani kearah lebih baik, pelatihan lokasinya dekat dan bisa kapan saja transfer knowledge antara petani dan pengelola P4S”, jelas Kemal. Disampaikannya pula bahwa komoditas cabai merah merupakan salah satu komoditas yang menjadi prioritas pengembangan oleh Kementerian Pertanian. “Kami mohon kerjasama dari semua pihak untuk mampu mendorong produktivitas cabai merah di wilayah sentra cabai merah maupun wilayah pengembangan, sehingga kita bisa merambah pasar baik domestik yaitu pasar modern maupun pasar ekspor”, harap Kemal.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik yaitu: persiapan benih dan penanaman; pengolahan lahan; pemupukan; pengendalian hama dan penyakit; panen dan pascapanen. Untuk lebih meningkatkan keterampilannya, peserta praktik secara langsung panen dan pascapanen cabai. Bagaimana menentukan waktu panen yang tepat yang dapat dilihat secara fisik dari buah cabai, lalu pasca panen yang baik untuk mencegah losses yang tinggi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 16 Sep 2019 22:12:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1549-menuju-lumbung-pangan-dunia-tahun-2045-dengan-pemberdayaan-p4s
Penyuluh Pertanian Siap Dampingi Petani untuk Ekspor Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1552-penyuluh-pertanian-siap-dampingi-petani-untuk-ekspor-komoditas-cabai-merah-dan-bawang-merah bbpplembang pelatihan bawangcabaimerah penutupanLEMBANG. Pelatihan Teknis Budidaya Cabai Merah dan Pelatihan Teknis Budidaya Bawang Merah yang sudah dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 4-11 September 2019 ditutup pada Rabu (11/09/2019). Penutupan pelatihan secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Hasan Latuconsina, dan dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Fungsional Widyaiswara BBPP Lembang.

Laporan hasil pelatihan disampaikan oleh Kepala Seksi Pelatihan Aparatur, Iwan Kurnia. Secara umum hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan nilainya baik, mulai dari monitoring daily mood, kepuasan terhadap proses penyelenggaraan, evaluasi sikap dan perilaku, evaluasi terhadap fasilitator, evaluasi pemahaman materi, dan monitoring kunjungan lapang.

“Ada 11 komoditas unggulan yang menjadi prioritas pengembangan Kementerian Pertanian, salah satunya adalah cabai merah dan bawang merah”, demikian penjelasan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Hasan Latuconsina. “Saya yakin, baru 75% materi yang disampaikan selama berada di BBPP Lembang, namun harapan kami 25% nya lagi mampu dikembangkan oleh peserta dengan menularkan ilmunya di wilayah binaan masing-masing dan merintis untuk membuat kawasan pengembangan komoditas ini agar populer di wilayah binaan para penyuluh”, jelas Hasan.

Peningkatan produktivitas cabai merah dan bawnag merah salah satunya merupakan tugas penyuluh, dan BBPP Lembang yang bertugas meningkatkan kompetensi para pelaku dibidang komoditas bawang merah dan cabai merah. “Kita upayakan pula petani nantinya bisa pemasaran hingga pasar ekspor komoditas tersebut karena dengan ekspor maka cakupan pemasaran akan lebih luas yang akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani”, ungkap Hasan sesaat sebelum menutup pelatihan.

Hepnu Danarto, salah seorang peserta menyampaikan kesannya selama mengikuti pelatihan, “Terimakasih kepada BBPP Lembang yang telah memberi kami kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Proses pelatihan baik di kelas maupun saat kunjungan lapang berjalan baik, fasilitator menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami”, tutur Hepnu. “Insya Allah materi yang kami peroleh akan kami aplikasikan sesuai dengan wilayah binaan kami masing-masing”, ujarnya lagi. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 12 Sep 2019 00:20:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1552-penyuluh-pertanian-siap-dampingi-petani-untuk-ekspor-komoditas-cabai-merah-dan-bawang-merah
BBPP Lembang Selenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di P4S untuk Menggenjot Ekspor Komoditas Pertanian http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1551-bbpp-lembang-selenggarakan-pelatihan-teknis-tematik-di-p4s-untuk-menggenjot-ekspor-komoditas-pertanian bbpplembang pelatihan P4SMudaBerkaryaTASIKMALAYA. Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) adalah lembaga pelatihan pertanian yang didirikan, dimiliki, serta dikelola oleh petani secara mandiri baik perorangan maupun kelompok. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di P4S Muda Berkarya Kabupaten Tasikmalaya. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 4-6 September 2019 dengan peserta sebanyak 20 orang petani.

Pelatihan dibuka secara resmi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Tia Kustiadi, dan dihadiri oleh Camat Cibatu, Asep M. Dahliana, dan Widyaiswara BBPP Lembang, Aris Hanafiah. “Pelatihan di P4S ini dimaksudkan agar peserta pelatihan bisa belajar dengan baik dan mudah dari para pengelola P4S yang dengan sukarela berbagai pengetahuan dan pengalamannya langsung di lapangan sehingga petani dapat melihatnya dan akan mencontoh”, jelas Tia. “Diharapkan dengan demikian petani bisa mengaplikasikan hal yang baik dengan harapan lebih kompeten dan produktivitasnya meningkat, bisa merambah pasar ekspor sehingga kesejahteraan tercapai”, demikan ungkap Tia sebelum membuka pelatihan secara resmi.

Selama berlatih, peserta belajar budidaya padi organik secara klasikal dan praktik, juga belajar tentang kelembagaan petani. Peserta praktik pengolahan lahan dengan alsintan. Disampaikan oleh fasilitator tentang penggunaan dan pemeliharaan alsintan yaitu traktor roda 2 dalam pengolahan lahan, manfaatnya untuk efisiensi tenaga, waktu dan biaya. Peserta juga diberikan materi tentang pertanian organik dan praktik membuat mikro organisme lokal (MOL) serta pembuatan pestisida nabati. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 11 Sep 2019 00:08:55 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1551-bbpp-lembang-selenggarakan-pelatihan-teknis-tematik-di-p4s-untuk-menggenjot-ekspor-komoditas-pertanian
Pelatihan Teknis Tematik Jagung di Kawasan Korporasi http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1544-pelatihan-teknis-tematik-jagung-di-kawasan-korporasi bbpplembang pelatihanjagung lebakLEBAK. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Jagung di Kawasan Korporasi Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 4 – 6 September 2019 berlokasi di UPTD Kecamatan Gunung Kencana. Pelatihan diikuti oleh 60 orang peserta yang merupakan petani jagung di yang terbagi kedalam 2 angkatan.

bbpplembang pelatihanjagung lebak1Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna pada Rabu (04/09/2019). Dihadiri oleh Pejabat Struktural Lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dan BBPP Lembang. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petani jagung di wilayah sentra jagung Kabupaten Lebak agar dapat meningkat produktivitasnya”, jelas Dede dalam sambutan sebelum membuka pelatihan. “Komoditas jagung sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional maupun ekspor”, jelas Dede lagi.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi baik secara klasikal maupun praktik, tentang Kebijakan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Lebak; Penilaian Kelas Kelompok; Pasca Panen Jagung untuk Nilai Tambah; Pembuatan Limbah Tanaman Jagung (Silase); Pembuatan Emping Jagung.  (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 06 Sep 2019 16:59:19 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1544-pelatihan-teknis-tematik-jagung-di-kawasan-korporasi
Produk Sayuran 1.800 Petani Alumni Pelatihan OTM Menuju Ekspor http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1550-produk-sayuran-1-800-petani-alumni-pelatihan-otm-menuju-ekspor bbpplembang pelatihanOTM59 penutupanLEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission, telah bekerjasama dalam  pemberdayaan petani mulai tahun 2015. Bentuk kerjasama adalah pelatihan bagi petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sebagian Kabupaten Bandung mulai tahun 2017 hingga saat ini 2019, telah melahirkan 1.800 petani yang dilatih tentang budidaya sayuran yang baik dan benar melalui kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Sayuran dengan metode Onsite Training Model (OTM). Bentuk kerjasama lainnya adalah pembangunan sarana dan prasarana di BBPP Lembang, berupa 1 buah Packing House dan 4 buah Green House Modern untuk Pembibitan dan Budidaya dimana satu diantaranya merupakan Green House yang secara otomatis dapat diatur suhu dan ruangnya.

Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) menjadi pengelola Packing House yang bertugas memasarkan produk sayuran petani alumni pelatihan OTM ke pasar modern dan rintisan ekspor. Dewi Padmisari, salah seorang Widyaiswara BBPP Lembang sekaligus Counterpart, disela aktivitas mendampingi peserta pelatihan OTM yang sedang berkeliling Packing House saat sesi ke-7 pelatihan , Kamis (05/09/2019), menyampaikan, “Petani alumni pelatihan OTM menjadi supplier kami untuk produk sayuran yang mereka budidayakan, sesuai kontrak kerjasama yang telah disepakati oleh Direktur LAIC, petani corefarmer dan disaksikan oleh penyuluh pendamping”, jelasnya. “sayuran ini kami terima di Packing House, lalu kami kemas, dan kami salurkan ke berbagai pasar modern yang telah bekerjasama dengan kami”, ungkap Dewi lagi.

Pasar Modern yang disupply sayuran oleh LAIC saat ini diantaranya Lottemart, Borma 4 outlet, Hypermart, Transmart Carrefour 6 outlet, Papaya 1 outlet di wilayah Bandung dan Karawang. “Target kami di tahun 2020 kami perluas pemasaran kami di 40 outlet”, jelas Dewi. “Kami juga merintis untuk ekspor, sudah ada beberapa eksportir yang sedang kami jajaki kerjasama”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 05 Sep 2019 23:43:12 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1550-produk-sayuran-1-800-petani-alumni-pelatihan-otm-menuju-ekspor
Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan Model Pelatihan dengan Onsite Training Model http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1546-peningkatan-kesejahteraan-petani-dengan-model-pelatihan-dengan-onsite-training-model bbpplembang OTM58 sesi7 1LEMBANG. Sesi ke-7 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model Angkatan 58 dilaksanakan pada Selasa (03/09/2019). Sesi terakhir ini diisi dengan kegiatan kunjungan 25 peserta pelatihan ke Packing House Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Peserta pelatihan yang tergabung di Kelompok Tani Sinar Barokah Kecamatan Parongpong, memperoleh penjelasan dari salah seorang Widyaiswara BBPP Lembang sekaligus Counterpart, Yeyep Dintan, tentang sistem pemasaran sayuran yang dikelola oleh Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC).

bbpplembang OTM58 sesi7 2“Kerjasama pemasaran ini diawali dengan melakukan budidaya yang baik dimana peserta pelatihan telah dilatih selama 7 sesi tentang budidaya sayuran yang baik dan benar”, jelas Yeyep mengawali kunjungan. “kami disini baik BBPP Lembang maupun Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission ingin membantu para petani agar kedepannya memiliki penghasilan yang baik sehingga kesejahteraannya meningkat, karenanya diperlukan kerja keras dari petani”, ungkap Yeyep lagi.

Peserta diajak melihat aktivitas di Packing House, dan dijelaskan tentang masing-masing bagian atau ruangan yang ada di Packing House, mulai dari ruangan Reception, ruangan Pre-cooling, ruangan Cleaning & Sorting, ruangan Packaging & Labeling, ruangan Food Processing, ruangan Cold Storage, dan ruangan Shipping Stage. Lalu mengunjungi melihat Green House Modern yang digunakan untuk budidaya tanaman dan juga persemaian. “LAIC sudah memasarkan produk sayuran dari petani alumni pelatihan ke 10 outlet baik di Bandung maupun wilayah lainnya. Target kami tahun 2020 ada 40 outlet yang bisa bekerjasama, karenanya kami membutuhkan partisipasi aktif dari para alumni untuk bisa menjadi supplier kami melalui contract farming yang kita buat nantinya. Dalam bermitra, yang penting adalah kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan komitmen”, jelas Yeyep.

bbpplembang OTM58 sesi7Sesi 7 diakhiri dengan kegiatan penutupan pelatihan.Penutupan oleh Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya dan dihadiri oleh Widyaiswara sekaligus Counterpart serta Penyuluh Pertanian. Dalam laporan hasil pelatihan, dari beberapa evaluasi yang dilakukan mulai dari daily mood, pemahaman materi, kepuasan peserta dan penilaian terhadap fasilitator, secara umum penyelenggaraan pelatihan berjalan dengan baik. “pelatihan tidak sampai disini karena akan ada kegiatan pendampingan hingga 1 tahun kedepan. Karenaya bila ada kesulitan saat budidaya silakan menghubungi penyuluh atau BBPP Lembang dan kami siap membantu”, jelas Irwan. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 03 Sep 2019 19:50:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1546-peningkatan-kesejahteraan-petani-dengan-model-pelatihan-dengan-onsite-training-model
Sharing Knowledge Petani Milenial dengan Alumni Magang Jepang http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1542-sharing-knowledge-petani-milenial-dengan-alumni-magang-jepang bbpplembang kunlap magangtaiwanLEMBANG. Peserta Pelatihan Pembekalan bagi Magang Taiwan dan Pelatihan Kewirausahaan bagi Generasi Muda Pertanian, melakukan kunjungan lapang ke Yans Fruit and Vegetables Supplier, Senin (26/08/2019). Yans Fruit and Vegetables ini milik Tatan Tarjuna, Alumni Magang Jepang yang berhasil dalam bisnis pertanian yang dirintisnya dari tahun 2001, sepulang dari magang ke Jepang selama 8 bulan lamanya di tahun 2000.

bbpplembang kunlap magangtaiwan1Dijelaskan olehnya dihadapan peserta pelatihan yang akan magang ke Taiwan dan juga calon magang ke Jepang, tentang pengalaman saat magang ke Jepang. “Tidak banyak teknologi pertanian di Jepang yang bisa saya adopsi sepulang saya dari Jepang, namun ada 2 hal besar dan penting yang bisa saya terapkan hingga kini, yaitu etos kerja dan disiplin”, jelas Tatan mengawali sharing knowledgenya.

Daily activitiy yang dilakukan selama magang di Jepang dari pagi hingga malam dengan total kerja hingga 16 jam. “Dari pagi hingga sore terkadang malam, aktivitas saya di otosan saya, sibuk sekali. Mulai dari pagi panen lalu dikemas dan diantarkan langsung ke koperasi tempat penjualan. Siangnya, saya ke kebun lagi untuk pemeliharaan tanaman, hingga sore. Malamnya jika masih diperlukan saya masih harus bekerja atau saya bercengkrama dengan seisi keluarga tempat saya tinggal”, jelas Tatan lagi.

Pencapaian Tatan di bisnis pertanian selama 18 tahun ini, kini sebagai supplier, Tatan mampu memasok sayuran dan buah-buahan dari 68 mitra taninya, ke 65 outlet pasar modern. Karyawannya pun sudah banyak, mencapai 52 orang. Yans Fruit and Vegetable Supplier memiliki 160 jenis sayuran dan buah dengan unggulan produk diantaranya ciplukan, asparagus, zuchini, strawberry, tomat TW, kentang, dan sawi putih.

bbpplembang kunlap magangtaiwan2Selanjutnya, dibagi menjadi 3 kelompok, peserta secara bergantian melakukan obervasi, yaitu ke pengurus berkaitan dengan pemasaran, tempat packaging sayuran dan buah, serta tempat mesin otomatis untuk packaging. Diskusi terjalin antara peserta dan pengelola Yans Fruit and Vegetable Supplier seputar agribisnis pertanian.

Di penghujung kunjungan lapang, Tatan berpesan kepada seluruh generasi muda pertanian peserta pelatihan, “kalian semua akan membawa nama baik bangsa Indonesia, karenanya disana harus bekerja sambil belajar. Adopsi pola pertanian di Jepang maupun Taiwan yang memang baik dan cocok untuk kita terapkan nantinya”, jelasnya. “yang penting juga, belajar bahasa Jepang dan Taiwan setiap hari mulai dari sekarang dan praktikkan tiap hari agar kita bisa berkomunikasi dengan baik saat ada disana dengan otosan kita dan yang lainnya”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 26 Aug 2019 22:08:31 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1542-sharing-knowledge-petani-milenial-dengan-alumni-magang-jepang
Tiada Hari Tanpa Praktik di Pelatihan OTM http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1541-tiada-hari-tanpa-praktik-di-pelatihan-otm bbpplembang OTM58 sesi3LEMBANG. Selasa (20/08/2019), peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model yang tergabung di Angkatan 58 yaitu di Kelompok Tani Sinar Barokah Kecamatan Parongpong, praktik pengolahan lahan dan pemasangan mulsa plastik hitam perak pada sesi 5.

bbpplembang OTM58 sesi3 1Peserta praktik dipandu oleh penyuluh pertanian, Agus Cahya, sebagai fasilitator. “Pengolahan lahan adalah membalik dan menggemburkan struktur tanah agar menjadi gembur, sehingga memudahkan perakaran untuk masuk ke dalam tanah dan memudahkan akar tanaman menyerap unsur hara”, jelas Agus.

Praktik dimulai dengan pengolahan lahan di lahan demplot yang akan ditanami bunga kol, dengan menggunakan alsintan jenis cultivator. Setelah itu ditaburkan kapur dengan dosis sesuai rekomendasi. Setelah itu membuat bedengan-bedengan yang kemudian ditutupi dengan mulsa plastik hitam perak (MPHP). (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 20 Aug 2019 20:51:27 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1541-tiada-hari-tanpa-praktik-di-pelatihan-otm
Kesiapan Petani Milenial Indonesia Magang ke Taiwan http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1538-kesiapan-petani-milenial-indonesia-magang-ke-taiwan bbpplembang magangtaiwan pembukaan1LEMBANG. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menggelar Pelatihan Pembekalan Magang bagi Taiwan. Magang ke Taiwan yang diikuti oleh petani milenial se-Indonesia ini sebagai langkah konkrit di sektor pertanian dalam hal regenerasi pertanian dengan cara meningkatkan peran serta dan kontribusi generasi milenial, agar mereka mampu menimba ilmu dan mencontoh sistem pertanian di Taiwan dan utamanya adalah etos kerjanya agar mampu menjadi pemuda tani yang berkarakter dan mumpuni dibidang pertanian kelak.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 minggu, 18-31 Agustus 2019 diikuti oleh 57 orang petani milenial dari seluruh Indonesia yaitu dari Provinsi Jawa Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Bali, NTT, dan Sulawesi Tenggara. Pembukaan pelatihan, Senin (19/08/2019) oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud. Turut hadir dalam pembukaan, Pejabat Struktural BPPSDMP, Pejabat Struktural dan Widyaiswara BBPP Lembang. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan sikap petani muda dalam bidang kewirausahaan agribisnis, meningkatkan kemampuan manajerial dalam mengelola agribisnis sesuai dengan komoditasnya, meningkatkan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan kewirausahaan secara berkesinambungan, dan menumbuhkan wirausahawan baru dari kalangan petani muda”, jelas Irwan Waluya, Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, dalam laporan awal pelaksanaan pelatihan.

bbpplembang magangtaiwan pembukaan“Tidak ada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tenang, begitu juga dengan dirimu, jangan harap kau menjadi yang lebih hebat, jika tak ada tantangan yang kau kalahkan”, ucap Kemal Mahfud dihadapan peserta sesaat sebelum membuka pelatihan. Ditambahkannya pula tentang prinsip pohon bambu dimana diawal-awal tumbuhnya tidak terlalu tinggi, namun setelah beberapa tahun akan langsung tumbuh melesat. “Itu artinya, setelah mempunyai dasar dan pondasi yang kuat, kita bisa melesat tumbuh dan berkembang, karena kita sudah mempersiapkan diri untuk tidak mudah tumbang”, jelasnya lagi.

bbpplembang magangtaiwan pembukaan2Selama berlatih, peserta akan menerima materi sebanyak 112 jam pelajaran dengan komposisi materi dasar, materi inti, dan materi penunjang. Pada materi dasar, peserta akan diberi materi tentang Peran Petani Muda dalam Pembangunan Pertanian; Pengembangan Sikap, Moral, Etika dan Budaya Kerja, dan Revolusi Mental. Untuk materi inti, peserta akan menerima materi Pembentukan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) yang diberikan setiap habis sholat shubuh; Budaya Taiwan; Bahasa Taiwan; GAP Tanaman Pangan; GAP Hortikultura; GAP Peternakan; Mekanisasi Pertanian; Penumbuhan Kelembagaan Tani; Pengelolaan Finansial; Jejaring Usaha; Akses Sumber Pembiayaan; Membuat Rancangan Pengembangan Usaha. Untuk materi penunjang, peserta akan menerima tentang Komitmen Berlatih dan Rencana Implementasi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 19 Aug 2019 19:19:37 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1538-kesiapan-petani-milenial-indonesia-magang-ke-taiwan
ZPT Alami, Hasil Tanaman Optimal http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1535-zpt-alami-hasil-tanaman-optimal bbpplembang pelatihanOTM57 sesi3CIPONGKOR. Sesi 3 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model yang dilaksanakan di Kelompok Tani Saluyu di Kp. Cicariu Desa Baranangsiang Kecamatan Cipongkor yang tergabung di Angkatan 57, dilaksanakan pada Rabu (17/07/2019). Peserta praktik membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami.

bbpplembang pelatihanOTM57 sesi3 1Alit, fasilitator pelatihan yang merupakan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bandung Barat menyampaikan, “Masalah yang timbul saat pertumbuhan benih dan pertumbuhan tanaman di areal pertanaman solusinya bisa dengan menambahkan ZPT alami agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal”. “Selain itu pupuk alternatif yang dampaknya sehat baik bagi tanah dan tanaman yaitu dengan menggunakan Pupuk Organik Cair  (POC), tambah Alit.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan ZPT yaitu: bawang merah yang mengandung hormon auksin, giberelin, dan sitokinin yang bagus untuk pertumbuhan akar, rebung, taoge, bawang putih, terasi, gula merah, dan EM4. “EM4 digunakan agar menghindari tumbuhnya bakteri yang tidak baik yang malah akan mengganggu tumbuhnya tanaman”, ungkap Alit. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 17 Jul 2019 21:54:35 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1535-zpt-alami-hasil-tanaman-optimal
Pelatihan Teknis Tematik Alsintan dan Operator untuk Peningkatan LTT http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1537-pelatihan-teknis-tematik-alsintan-dan-operator-untuk-peningkatan-ltt bbpplembang pelatihanalsintan kuninganKUNINGAN. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Alsintan dan Operator di Kabupaten Kuningan. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 11-13 Juli 2019, dengan peserta sebanyak 30 orang.

bbpplembang pelatihanalsintan kuningan1Pembukaan pelatihan, Kamis (11/07/2019) oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud. “Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan pengurus kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan pengelola UPJA dalam mengelola alsintan. Setelah peserta berlatih, melihat dan mencoba langsung bagaimana cara mengoperasionalkan alsintan, maka menyadari bahwa dengan alsintan maka kerja lebih efisien efektif serta modern”, jelas Kemal sesaat sebelum membuka pelatihan.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi tentang Pengenalan Alsintan, Pengelolaan Alsintan, dan Mengoperasionalkan Alsintan. Traktor Roda 2 menjadi salah satu obyek praktik peserta dimana instruktur memberikan penjelasan mulai dari bagian-bagian yang ada pada traktor tersebut, cara penggunaannya sehingga memberikan kejelasan kepada peserta manfaat penggunaan alsintan baik dalam pengolahan lahan maupun panen sehingga kerja menjadi lebih efektif dan efisien. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 23:49:32 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1537-pelatihan-teknis-tematik-alsintan-dan-operator-untuk-peningkatan-ltt
Pemberdayaan P4S untuk Peningkatan Nilai Tambah http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1536-pemberdayaan-p4s-untuk-peningkatan-nilai-tambah bbpplembang pelatihan P4SIttifaqCIWIDEY. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah lembaga pelatihan pertanian yang didirikan, dimiliki, serta dikelola oleh petani secara mandiri atau swadaya baik perorangan maupun secara berkelompok. P4S didirikan dengan harapan petani tidak hanya menghasilkan produksi, namun bisa juga membangun jejaring kerjasama dengan para stakeholder dalam hal wirausaha pertanian yang mampu meningkatkan taraf hidup petani. Dengan keberadaan P4S pula, diharapkan muncul petani yang mampu menjadi role model yang mau secara sukarela menularkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya yang akan memberi dampak positif di lingkungannya.

bbpplembang pelatihan P4SIttifaq1Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, melalui Program Pelatihan Teknis Tematik di P4S, memandang perlu dan pentingnya peran dan kontribusi P4S dalam pembangunan pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan. Pelatihan Teknis Tematik diselenggarakan di P4S Al-Ittifaq, yang merupakan salah satu P4S binaan BBPP Lembang yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 11-13 Juli 2019 dengan peserta 20 orang petani.

bbpplembang pelatihan P4SIttifaq2Tujuan dilaksanakanannya pelatihan ini adalah: 1) menciptakan kesamaan persepsi dan gerak langkah dalam pelaksanaan pembinaan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, 2) mewujudkan peran dari lembaga P4S sebagai sarana tempat berlatih dibidang pertanian yang maju dan berkesinambungan, 3) mewujudkan P4S yang mampu menselaraskan arah dan tujuan dari program pemerintah dibidang pertanian.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal tentang: a) Budidaya Wortel Kurota, 2) Budidaya Buncis Kenya, 3) Budidaya Ternak Domba, 4) Mekanisasi Pertanian, 5) Membuat Pupuk Organik Bokashi Padat-Cair, 6) Membuat Pakan Ternak Limbah Pertanian. Untuk lebih memahami substansi materi, peserta praktik pengolahan lahan menggunakan alsintan, penanaman, pemupukan, pembuatan pupuk kompos cair dan padat, serta pemeliharaan domba.

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 22:37:03 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1536-pemberdayaan-p4s-untuk-peningkatan-nilai-tambah
Pelatihan Teknis Tematik Cabai Guna Menciptakan Job Creator http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1534-pelatihan-teknis-tematik-cabai-guna-menciptakan-job-creator bbpplembang pelatihantematikcabai garutGARUT. Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang menjadi prioritas pengembangan oleh Kementerian Pertanian. Perannya penting dan strategis sebagai komponen utama pada Pola Pangan Harapan yang harus tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup, mutu yang baik, aman dikonsumsi, harga terjangkau serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

bbpplembang pelatihantematikcabai garut1Salah satu upaya yang dilakukan untuk memproduksi cabai yang dapat memenuhi permintaan pasar dan juga ekspor baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya, dengan meningkatkan kompetensi para petani cabai dalam hal penguasaan teknologi tepat guna dan modern. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan. Karenanya, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di Kabupaten Garut sebagai salah satu wilayah sentra pengembangan komoditas cabai.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 11 – 13 Juli 2019 berlokasi di BPP Cibiuk Kabupaten Garut. Tiga puluh orang petani pembudidaya cabai menjadi peserta pelatihan. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion untuk menentukan materi pelatihan, dipimpin oleh Widyaiswara BBPP Lembang, Hendra Gunawan, maka selama berlatih, peserta memperoleh materi inti tentang: a) Persiapan Benih, b) Pemeliharaan, c) Pengendalian OPT, dan d) Pemasaran. Untuk praktik, peserta praktik membuat pestisida hayati. (chetty)

        

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 20:39:56 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1534-pelatihan-teknis-tematik-cabai-guna-menciptakan-job-creator
Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian dengan Pelatihan Dasar Ahli http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1533-peningkatan-kinerja-penyuluh-pertanian-dengan-pelatihan-dasar-ahli bbpplembang pelatihandasarPPAhliKarawang penutupanKARAWANG. Penutupan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Kabupaten Karawang dilaksanakan pada Senin (15/07/2019) bertempat di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Penutupan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi, dihadiri oleh jajaran Pejabat Struktural dan Fungsional Lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Karawang serta Kepala Seksi Pelatihan Aparatur, Iwan Kurnia.

“Secara umum, proses penyelenggaraan pelatihan berjalan dengan baik mulai dari proses klasikal selama 2 minggu di BBPP Lembang dan saat praktik dan uji kompetensi dengan pola On Job Training di Kabupaten Karawang selama 1 minggu terakhir ini. Hasil evaluasi pemahaman materi, evaluasi sikap dan perilaku, daily mood, harapan dan kenyataan, dan evaluasi terhadap fasilitator seluruhnya baik”, jelas Iwan Kurnia saat menyampaikan laporan hasil pelaksanaan pelatihan. “Kami nyatakan bahwa dari 29 orang peserta, seluruhnya lulus dengan predikat baik sekali dan baik”, ujar Iwan disambut tepuk tangan seluruh peserta. Alhamdulillah, SIM untuk menjadi penyuluh sudah mereka peroleh, tentunya semua dengan kerja keras dari semua pihak selama 3 minggu ini.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah lulus dengan hasil yang sungguh memuaskan. Semoga ini menjadi penyemangat semuanya dan menjadi bekal yang baik saat mendampingi petani. Mari kita semua bisa menunjukkan kinerja terbaik untuk masyarakat kita, kita bantu petani agar mereka mampu meningkatkan produktivitasnya, meningkatkan pendapatannya, kesejahteraannya, dan tentunya kita mampu berdaulat pangan”, ungkap Hanafi sesaat sebelum menutup pelatihan secara resmi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 18:39:09 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1533-peningkatan-kinerja-penyuluh-pertanian-dengan-pelatihan-dasar-ahli
Kelompok Wanita Tani Kabupaten Tangerang Belajar KRPL dan Pengolahan Hasil http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1529-kelompok-wanita-tani-kabupaten-tangerang-belajar-krpl-dan-pengolahan-hasil bbpplembang pelatihankerjasama KWTTangerangLEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan Magang tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Pengolahan Hasil Pertanian. Peserta yaitu 25 orang anggota Kelompok Wanita Tani Kabupaten Tangerang. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 18-20 Juni 2019.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi klasikal tentang Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani; Pengertian, tujuan, konsep, dan komponen KRPL; Desain KRPL; Penerapan Teknologi Hidroponik pada KRPL. Rokhedi, Widyaiswara Spesialisasi Penyuluhan memberikan motivasi kepada peserta, “Setiap kelompok itu harus ada strukturnya dan memiliki komitmen untuk bersama-sama membangun kelompok, walau secara struktur berbeda tugas dan tanggung jawabnya”, papar Rokhedi.  

Abd. Rohim, Widyaiswara Spesialisasi Budidaya pada awal penjelasannya tentang konsep KRPL menjelaskan, “Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah konsep lingkungan perumahan penduduk atau suatu lingkungan aktivitas/tempat tinggal kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangan atau lahan sekitarnya untuk kegiatan budidaya secara intensif sehingga dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan secara berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi warga setempat”. Tujuan KRPL adalah memberdayakan rumah tangga dan masyarakat dalam penyediaan sumber pangan dan gizi melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan lahan sekitar tempat tinggal, serta meningkatkan kesadaran, peran, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). Dalam desain KRPL harus memperhatikan klasifikasi tanaman, syarat tumbuh tanaman (tanah dan iklim), populasi tanaman, bentuk pekarangan, luas lahan, posisi tempat tinggal, dan sumber pengairan.

Sesi praktik, peserta membuat instalasi hidroponik yaitu vertikultur dan wick system. Selanjutnya, untuk materi pengolahan hasil pertanian, peserta praktik membuat aneka olahan pangan dari berbagai komoditas hortikultura, untuk meningkatkan nilai tambah produk. Peserta praktik membuat bawang goreng 3 rasa, rasa keju, abon, dan teri. Peserta juga praktik membuat keripik paru dari kangkung, dan keripik bayam. Untuk benchmarking keberhasilan kelompok wanita tani yang sukses dalam pelaksanaan KRPL, peserta berkunjung ke KRPL Terpadu pimpinan Wieke Lorenz.

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 20 Jun 2019 22:55:47 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1529-kelompok-wanita-tani-kabupaten-tangerang-belajar-krpl-dan-pengolahan-hasil
Langkah Awal Budidaya Brokoli http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1524-langkah-awal-budidaya-brokoli bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi3 1LEMBANG. Teriknya matahari siang di musim kemarau, tetap membakar semangat peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran Angkatan 52 untuk hadir di lokasi pelatihan pada sesi 3, Rabu (12/06/2019). Dipandu oleh fasilitator pelatihan, Penyuluh Pertanian, Evan, dan Petugas POPT, Ine, membagi peserta menjadi 3 kelompok dan masing-masing langsung mempraktikkan membuat naungan persemaian, mengolah lahan, dan melakukan persemaian benih tanaman brokoli. Tampak hadir pula para Counterpart kerjasama antara BBPP Lembang dan Taiwan Technical Mission, Yeyep Dintan dan Dewi Padmisari, serta Kasie Non Aparatur, Irwan Waluya, yang turut memantau jalannya pelatihan agar berjalan dengan baik.

bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi3 3Media yang digunakan untuk membuat persemaian adalah arang sekam dan kascing (terbuat dari kotoran cacing merah), dengan perbandingan 1:1. Keduanya dicampur hingga merata dan diberi air hingga agak lembab, selanjutnya dimasukkan kedalam tray. Lalu, benih brokoli satu persatu dimasukkan kedalam lubang tray. Kelebihan melakukan persemaian seperti yang diungkapkan oleh Yeyep Dintan, “dengan membuat persemaian, maka bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi3 2kerja menjadi lebih cepat, memperkuat perakaran tanaman, dan dapat mencegah bengkak akar”, ujar Yeyep kepada peserta.

Kelompok lainnya membuat naungan persemaian, yang terbuat dari bambu. Bambu satu persatu dirangkai menjadi suatu naungan sederhana tempat tray-tray persemaian nantinya diletakkan selama kurang lebih 2 minggu, sebelum tanaman dipindahkan ke lahan. Di kelompok terakhir, peserta melakukan olah lahan menggunakan alat mesin pertanian jenis cultivator diatas lahan demplot peserta pelatihan seluas 50 m2 yang nantinya akan ditanami brokoli. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 12 Jun 2019 21:57:32 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1524-langkah-awal-budidaya-brokoli
Meningkatkan Nilai Tambah Pisang dan Cabai http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1526-meningkatkan-nilai-tambah-pisang-dan-cabai bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat1LEMBANG. Upaya peningkatan nilai tambah produk hortikultura yang bersifat perishable (mudah rusak) salah satunya melalui proses pengolahan hasil. Ini penting agar produk hortikultra memiliki daya simpan yang lebih lama, dan dapat meningkatkan nilai tambah produk. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama melaksanakan Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian bagi 8 orang petani dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wilayah Kabupaten Teluk Wondama. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari mulai 22 – 23 Mei 2019.

bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat2Selama berlatih di BBPP Lembang, peserta memperoleh teori singkat tentang Good Manufacturing Practices (GMP) yang disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian, Wawa Risnawaty, dan langsung praktik berbagai olahan pangan dari pisang dan cabai merah. Olahan pisang seperti brownies dan abon jantung pisang serta manisan cabai merah  dipraktikkan oleh peserta, dibantu oleh Pengelola Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, Estu Hariani, dan juga Siswi SMK bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat3yang sedang PKL di BBPP Lembang. Peserta juga praktik membuat sabun cuci dari minyak jelantah. Ini bertujuan agar dapat memanfaatkan limbah dapur yang berasal dari minyak goreng jelantah, sehingga dapat mengurangi polusi akibat pembuangan limbah yang berlebihan. Di akhir pelatihan, peserta praktik membuat kemasan olahan pangan yang terbuat dari plastik dan kertas.

Untuk melihat langsung success story anggota KWT yang sekarang ini sukses dalam bisnis pengolahan hasil pertanian, peserta berkunjung ke KWT Alam Sari Kabupaten Subang yang bergerak dibidang pengolahan hasil buah nanas menjadi berbagai olahan pangan seperti dodol, sirup, jus, dll.

 

 

bbpplembang pelatihanpengolahan papuabaratbbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat5Adriana Pasangka, Kepala Seksi Produksi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama menyampaikan maksud dan tujuannya membawa petani dan anggota KWT di Wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Rabu (23/05/2019), “Komoditas pisang banyak dibudidayakan di Kabupaten Teluk Wondama, dan cabai merupakan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian. Kedua komoditas itu, pisang, selama ini hanya diolah menjadi bahan makanan yang sederhana, cabai hanya dijual dalam bentuk sayuran segar. Tujuan kami belajar pengolahan hasil kedua komoditas pertanian ini adalah agar memiliki daya simpan yang lama dan harganya bisa lebih tinggi sehingga memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan masyarakat kami”, jelasnya.

bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat4Margaretha, salah seorang peserta yang merupakan anggota KWT Masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama menyampaikan kesannya, “Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak BBPP Lembang yang telah melatih kami belajar pengolahan hasil komoditas pisang dan cabai. Mengolah pisang menjadi brownies dan jantung pisang menjadi abon, adalah hal baru bagi kami, pun kami baru mengetahui bahwa cabai merah ternyata bisa diolah tidak hanya menjadi sambal, namun bisa menjadi manisan cabai”, jelasnya. “Di BBPP Lembang inipun kami belajar membuat kemasan produk olahan pangan dari plastik menjadi 3 model standing pouch yang cantik dan juga membuat paper bag dari kertas. Ini sangat menyenangkan’, ujar Margaretha semangat. Tekadnya kuat setelah berlatih akan mengaplikasikannya dan menularkannya ke anggota masyarakat di tempatnya agar dapat meningkatkan ekonomi mereka. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 23 May 2019 23:10:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1526-meningkatkan-nilai-tambah-pisang-dan-cabai
Meningkatkan Pendapatan Petani dengan Pengelolaan Packing House BBPP Lembang http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1527-meningkatkan-pendapatan-petani-dengan-pengelolaan-packing-house-bbpp-lembang bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi2LEMBANG. Manajemen Packing House yang outputnya adalah Contract Farming, merupakan materi baru di Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model mulai dari Angkatan 51 ini. Ini untuk melindungi hasil tani para petani peserta pelatihan agar terjamin pemasarannya, baik itu hasil panen saat praktik pelatihan, maupun setelah proses pelatihan selesai. Menjadi tugas Pengelola Packing House, dalam hal ini Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) yang akan menerima produk petani dan memasarkannya ke pasar modern, hotel, restaurant, dan katering (horeka) dan merintis ekspor.

bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi2 1Materi disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Lembang sekaligus Counterpart Kerjasama BBPP Lembang dan Taiwan Technical Mission (TTM), Yeyep Dintan, Selasa (21/05/2019). Mengawali penjelasan, disampaikannya, “Pelatihan sebagai umpan agar setelah pelatihan produktivitas peserta pelatihan meningkat. Begitu juga pada Pelatihan OTM ini, petani akan meningkat pendapatan dan kesejahteraannya bila sudah melalukan budidaya dengan baik sesuai SOP. Pelatihan OTM ini mengajarkan budidaya tanaman yang lebih baik, memanfaatkan teknologi, dan ramah lingkungan”, jelas Yeyep dihadapan 30 peserta yang hadir. “Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, karena pelatihan ini tidak berbatas waktu. Setelah proses berlatih selesai, kami tetap mendampingi hingga maksimal 1 tahun. Setelah itu kita akan terus bermitra melalui proses pemasaran sayuran dimana petani alumni pelatihan akan menjadi supplier ke LAIC sebagai Pengelola Packing House”, ungkap Yeyep.

Dijelaskan tentang Pengelolaan Produk Hortikultura di Ruang Pengemasan (Packing House). Mulai dari penerimaan produk, penanganan produk, pengemasan dan pelabelan, dan penyimpanan produk akhir. “Penanganan pascapanen yang baik merupakan langkah strategis yang akan menjadikan produk hortikultura bermutu dan aman dikonsumsi”, jelas Yeyep.

Akhir sesi 2, dijelaskan tentang Contract Farming yang akan dibuat sebagai perjanjian antara Kelompok Tani Motekar dan LAIC. Contract Farming meliputi jenis komoditas, jumlah komoditas, tanggal tanam, tanggal panen, produksi, dan harga jual. Contract Farming juga memuat klausul bahwa hasil panen kelompok akan dijua ke LAIC sebesar 70% dengan harga sesuai kesepakatan seminggu sebelum panen, dimana 30% nya bisa dijual petani ke pasar lain. Perjanjian ini akan ditandatangani oleh Ketua Kelompok Tani, Direktur LAIC, dan Penyuluh Pertanian sebagai bentuk legalitas perjanjian. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 21 May 2019 23:36:21 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1527-meningkatkan-pendapatan-petani-dengan-pengelolaan-packing-house-bbpp-lembang
Asa Petani Lembang Meraih Kesejahteraan melalui Pelatihan Onsite Training Model http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1515-asa-petani-lembang-meraih-kesejahteraan-melalui-pelatihan-onsite-training-model bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupan1LEMBANG. Jumat (03/05/2019), suasana di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang ramai sekali. Dari pagi hingga siang, iringan mobil dan motor satu persatu datang langsung menuju area Packing House dan Green House, bangunan megah dan modern yang dibangun hasil kerjasama BBPP Lembang dan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission, dalam rangka pemberdayaan petani Lembang dan sekitarnya. Seratus dua puluh orang petani wilayah Lembang atau sebanyak 4 angkatan peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan metode Onsite Training Model, yaitu Angkatan 45, 47, 49, dan 50 serentak memasuki Sesi 7 dari seluruh rangkaian sesi pelatihan. Sesi 7 diisi dengan kunjungan ke Balai untuk melihat sarana prasarana pelatihan di Balai, khususnya Packing House yang akan menjadi sarana pembelajaran pemasaran alumni pelatihan.

Tiga puluh orang anggota Kelompok Tani Sekar Wangi yang tergabung di Angkatan 45, terlihat sangat excited diajak berkeliling Balai oleh Pendamping mereka, Penyuluh Pertanian wilayah Kabupaten Bandung Barat, Alit, dan juga Widyaiswara BBPP Lembang, N. Ida Farida. Secara rinci Alit menjelaskan bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupan3tentang setiap ruangan yang ada di Packing House, mulai dari ruang entry barang, ruang pre-cooling, ruang sortasi, ruang packing, cold storage, dan ruang pameran. Selanjutnya di Green House, dijelaskan automasi disana yang sudah modern dalam mengatur pertumbuhan tanaman. Salah seorang peserta, Ganjar menyampaikan kesannya, “Saya mewakili Kelompok Tani Sekar Wangi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, ilmu yang kami dapat sangat bermanfaat, dan juga pendampingan terus menerus dari semuanya membuat besar harapan kami setelah ini taraf hidup kami dapat lebih meningkat seiring kemandirian kami dalam berusahatani”.

 

bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupan2bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupanPelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra. Diungkapkan harapannya kepada peserta, “Saya berharap semua peserta bisa selalu kompak, jalin terus silaturahmi dan kemitraan, baik dengan seluruh alumni maupun dengan BBPP Lembang dan para penyuluh pendamping. Karena setelah ini justru awal dari semuanya bagaimana kita bisa berjuang bersama untuk menggapai kesejahteraan”. “Nama kelompok tani Sekar Wangi, sesuai namanya semoga usahataninya terus berkembang dan meraih kesuksesan kelak”, motivasi Ramadani sesaat sebelum menutup pelatihan. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 03 May 2019 21:30:16 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1515-asa-petani-lembang-meraih-kesejahteraan-melalui-pelatihan-onsite-training-model
Peningkatan Kompetensi dengan Pelatihan Pola Onsite Training Model http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1514-peningkatan-kompetensi-dengan-pelatihan-pola-onsite-training-model bbpplembang pelatihanOTM angkt47 penutupanLEMBANG. Rangkaian kegiatan Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model Angkatan 47 di Kelompok Tani Cialieu Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat berakhir pada Jumat (03/05/2019). Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya menyampaikan laporan hasil pelaksanaan selama pelatihan 7 sesi. Secara umum, pelatihan terlaksana dengan baik, hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan menyatakan kompetensi peserta meningkat dari hasil pre dan post test, penilaian terhadap fasilitator baik, dan peserta puas atas kualitas pelayanan penyelenggaraan pelatihan.

bbpplembang pelatihanOTM angkt47 penutupan2“Pelatihan 7 sesi memang sudah usai, namun ini tidak berakhir disini karena setelah pelatihan, akan ada terus kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, Petugas POPT maupun Widyaiswara BBPP Lembang. bbpplembang pelatihanOTM angkt47 penutupan1Pendampingan yang dilakukan selama 1 musim tanam atau paling lama 1 tahun ini bertujuan agar saat petani mengalami permasalahan di lapangan langsung memperoleh solusi dari pendamping”, jelas Ramadani Saputra, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, mengawali sambutannya sesaat sebelum menutup pelatihan.

Sebelum penutupan, 30 orang peserta Kelompok Tani Cialieu ini berkesempatan melihat sarana belajar pemasaran yaitu Packing House, Green House, dan melihat lahan praktik BBPP Lembang lainnya seperti pemanfaatan teknologi hidroponik di Zona Rumah Pangan Lestari, dipandu oleh fasilitator Ferry dan Lida. Alumni pelatihan Onsite Training Model akan tergabung di Bandung Vegetables Station (BAVAS), yang akan menjadi supplier sayuran ke pengelola Packing House yaitu Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) untuk memasarkan produk sayuran petani Lembang ke beberapa pasar modern dan merintis untuk ekspor. Dengan demikian, hasil panen petani alumni OTM akan terjamin pemasarannya. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 03 May 2019 21:10:50 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1514-peningkatan-kompetensi-dengan-pelatihan-pola-onsite-training-model
Suksesnya Bisnis Sayuran dengan Kemitraan http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1510-suksesnya-bisnis-sayuran-dengan-kemitraan bbpplembang pelatihanOTM angkt49 penutupanLEMBANG. Kelompok Tani Master Lemon di Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat merupakan peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model yang tergabung di Angkatan 49. Jumat (03/05/2019), memasuki sesi akhir dari rangkaian pelatihan 7 sesi yang telah dilaksanakan dari awal April, peserta berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang untuk melihat sarana belajar pemasaran, Packing House, dan Green House pembibitan dan produksi. Dipandu oleh fasilitator pelatihan, Ramdhani dan Mamik, mereka memperoleh penjelasan beberapa sarana yang ada di Packing House mulai dari barang datang, ruangan pre-cooling, ruangan sortasi, ruangan wrapping, cold storage, dan ruangan display/pameran produk sayuran. Didalam Green House yang modern, disampaikan bagaimana alur kerjanya dan proses pemeliharaan tanaman yang dilakukan dengan aman, menggunakan teknologi, sehingga hasil panen baik dari sisi kuantitas dan kualitas.

bbpplembang pelatihanOTM angkt49 penutupan2Sesi 7 diakhiri dengan kegiatan penutupan secara resmi oleh BBPP Lembang yang dihadiri oleh pihak Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission dan juga seluruh pendamping baik penyuluh pertanian, petugas POPT, dan widyaiswara. Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya menyampaikan laporan hasil pelaksanaan selama pelatihan 7 sesi. Secara umum, pelatihan terlaksana dengan baik, hasil evaluasi menyatakan kompetensi peserta meningkat, penilaian terhadap fasilitator baik, dan peserta puas atas kualitas pelayanan penyelenggaraan pelatihan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra, menutup pelatihan secara resmi. “Bapak dan Ibu sebelumnya tadi telah berkeliling balai dan melihat Packing House. Saya berharap petani alumni Pelatihan OTM nantinya aktif ikut serta mengelola Packing House karena memang fasilitas ini dibangun sebagai rangkaian dari kegiatan pemberdayaan petani Lembang khususnya untuk alumni bbpplembang pelatihanOTM angkt49 penutupan1pelatihan”, jelasnya mengawali sambutan. “Kemitraan menjadi kunci keberhasilan dalam agribisnis sayuran. Bapak Ibu tergabung di Kelompok Tani Master Lemon, karenanya saya berharap melalui core farmer dan penyuluh pendamping, jalin kemitraan dengan baik sesama anggota kelompok dan juga anggota kelompok lain sesama alumni, karena memang semuanya akan tergabung di Bandung Vegetables Station (BAVAS), atur pola tanam, karena syarat produk kita bisa laku di pasaran adalah terjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitasnya”, ungkap Ramadani”.

Dadang Sopandi, Ketua Kelompok Tani Master Lemon dalam kesan dan pesannya menyampaikan, “Saya mewakili seluruh peserta menyampaikan terimakasih kepada BBPP Lembang, Taiwan Technical Mission, dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Penyuluh Pertanian Petugas POPT yang telah memberikan kami kesempatan mengikuti pelatihan ini. Kami menjadi lebih paham bagaimana budidaya sayuran yang baik dan ramah lingkungan. Besar harapan kami bisa lebih sejahtera kehidupan kami dan keluarga melalui kegiatan ini”, ujar Dadang. (Chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 03 May 2019 17:38:24 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1510-suksesnya-bisnis-sayuran-dengan-kemitraan
Pelatihan Onsite Training Model untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1511-pelatihan-onsite-training-model-untuk-peningkatan-kesejahteraan-petani bbpplembang pelatihanOTM angkt46 penutupan1LEMBANG. Onsite Training Model merupakan model pelatihan yang diinisiasi oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sejak tahun 2015, bekerjasama dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission (TTM), bertujuan untuk penguatan kapasitas petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sebagian Kabupaten Bandung. Bentuk kegiatannya yaitu: 1) pelatihan berbasis outcome yang memadukan pelatihan dan penyuluhan/pendampingan bagi 1.800 petani, 2) pembangunan sarana dan prasarana berupa Green House Produksi dan Pembibitan serta Packing House sebagai sarana berlatih pemasaran, dan 3) pembentukan asosiasi petani tempat berkumpulnya para alumni pelatihan dengan nama Bandung Vegetables Station (BAVAS). Dalam perkembangannya hingga Tahun 2019 ini, dibentuk pula Pengelola Packing House dengan nama Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) dimana BAVAS menjadi supplier sayuran ke LAIC untuk dipasarkan ke pasar modern dan sedang merintis pasar ekspor.

bbpplembang pelatihanOTM angkt46 penutupan2Hingga akhir awal Mei 2019, lahir 1.590 petani alumni Pelatihan OTM. Kelompok Tani Macakal di Desa Cibodas Kecamatan Lembang yang tergabung di Angkatan 46, menjadi salah satu kelompok tani yang merasa beruntung bisa memperoleh kesempatan berlatih agribisnis sayuran dengan model OTM ini. Seperti yang diungkapkan oleh Triana, Ketua Kelompok Tani Macakal, saat dijumpai disela-sela Sesi 7 berlangsung dimana peserta berkunjung ke BBPP Lembang untuk melihat Packing House dan Green House, didampingi fasilitator, Darwin. “Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak BBPP Lembang, TTM, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Barat melalui para Penyuluh Pertanian dan Petugas POPT, yang telah melatih dan mendampingi kami bagaimana cara mengoptimalkan lahan usahatani yang kami miliki dengan cara budidaya yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang tepat dan ramah lingkungan. Kami sangat antusias mengikuti tiap sesi karena memang pelatihan seperti ini baru kali ini kami ikuti dan kami sangat ingin berkiprah di pertanian untuk bekal generasi kami berikutnya”, ujar Triana. “Dari Pelatihan OTM ini kami jadi mengetahui keterkaitan yang penting antara proses budidaya dan pemasaran. Dengan mengikuti pola yang ada, harapan kami dapat meningkat pendapatan dan kesejahteraan keluarga kami”, ungkap Triana.

bbpplembang pelatihanOTM angkt46 penutupanSesi 7 diakhiri dengan penutupan secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra, dihadiri pula oleh Pejabat Struktural dan Widyaiswara BBPP Lembang, dan Perwakilan TTM, Kamis (02/05/2019). Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya menyampaikan laporan hasil pelaksanaan selama pelatihan 7 sesi. Secara umum, pelatihan terlaksana dengan baik, hasil evaluasi menyatakan kompetensi peserta meningkat, penilaian terhadap fasilitator baik, dan peserta puas atas kualitas pelayanan penyelenggaraan pelatihan. “Kami berharap seluruh petani alumni OTM bisa memanfaatkan Packing House yang ada ini sebagai sarana pembelajaran pemasaran. Melalui core farmer dan penyuluh pendamping, silakan diatur mulai dari pola tanam dan komoditas yang nantinya dipasarkan melalui Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC). Seluruh hasil usahatani petani alumni yang masuk ke Packing House sifatnya cash dan carry, barang datang langsung dibayarkan uangnya. Kami berharap juga harganya bisa lebih tinggi dari harga pasaran”, jelas Ramadani sesaat sebelum menutup pelatihan secara resmi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 02 May 2019 18:06:27 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1511-pelatihan-onsite-training-model-untuk-peningkatan-kesejahteraan-petani
Petani Lembang Sukses Agribisnis Sayuran http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1516-petani-lembang-sukses-agribisnis-sayuran bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi6LEMBANG. Peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model, yang tergabung di Angkatan 50, yaitu anggota Kelompok Tani Perintis Tani Desa Cikole Lembang, memperoleh materi tentang Panen dan Pascapanen serta Pemasaran pada Sesi 6, Rabu (01/05/2019). Fasilitator pelatihan yang juga merupakan penyuluh pertanian wilayah Lembang, Jamal, menjelaskan tentang proses panen dan pascapanen brokoli yang baik dan benar. Selanjutnya dijelaskan pula bagaimana proses pemasaran sayuran hasil panen alumni pelatihan OTM.

bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi6 1“Penentuan saat panen sayuran bisa dilihat dari ciri fisiknya yang disesuaikan dengan permintaan pasar”, ujar Jamal mengawali sesi materi. Dijelaskan pula peralatan yang digunakan untuk panen dan waktu panen yang tepat. “Pascapanen bertujuan untuk menjaga hasil panen tetap segar dan baik saat dipasarkan”, jelas Jamal lagi. Yang harus diperhatikan adalah membersihkan sayuran dari benda lain, sortasi, penyimpanan dengan pendinginan, dan pengemasan.

Sedangkan untuk pemasaran, dijelaskan oleh fasilitator bahwa semua alumni Pelatihan OTM akan tergabung di Bandung Vegetables Station (BAVAS) yang akan menjadi supplier sayuran hasil panen ke Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC), Pengelola Packing House di BBPP Lembang. Nantinya sayuran hasil panen petani alumni Pelatihan OTM akan dipasarkan ke pasar modern dan merintis untuk pasar ekspor. “Syarat produk kita untuk bisa masuk ke pasar modern atau ekspor adalah menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produk. Kuantitas dan kualitas bisa kita penuhi dengan cara berbudidaya yang baik sesuai yang telah diperoleh selama pelatihan. Untuk kontinuitas, anggota kelompok tani saling bekerjasama bermitra dengan baik dan nanti corefarmer yang akan mengatur pola tanam anggota kelompok sehingga produk hasil panen terjaga kontinuitasnya”, jelas Jamal mengakhiri sesi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 01 May 2019 21:47:30 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1516-petani-lembang-sukses-agribisnis-sayuran
pH Tanah Memerlukan Dosis Pemupukan http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1521-ph-tanah-memerlukan-dosis-pemupukan bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 2LEMBANG. Sesi 5 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model di Kelompok Tani Cialieu, Cibodas Lembang, dilaksanakan Selasa (30/04/2019). Dipandu oleh fasilitator yang merupakan penyuluh pertanian, Ferry, sesi ini diawali dengan presentasi kelompok tentang bagaimana mendeskripsikan ciri tanaman yang kekurangan dan kelebihan unsur hara utama seperti Nitrogen (N), phosphor (P), atau Kalium (K) yang selama ini dialami saat melakukan budidaya tanaman. Secara simultan, perwakilan dari 3 kelompok bergantian mempresentasikan kelebihan dan kekurangan unsur hara. Secara umum, deskripsi masing-masing kelompok atas kelebihan dan kekurangan unsur hara pokok seperti N, P, dan K sama. Misalnya kekurangan unsur Nitrogen maka tanaman akan berwarna kuning, sedangkan kelebihannya tanaman tumbuh subur. Kekurangan Phospor, tanaman akan busuk dan layu, sedangkan kelebihannya tanaman tumbuh kuat. Kekurangan unsur Kalium maka tanaman akan tumbuh kerdil, sedangkan kelebihannya tanaman akan berbobot besar.

“Dengan PUTK diharapkan membantu petani meningkatkan ketepatan pemberian dosis pupuk P, K dan bahan organik lainnya”, ujar Ferry. Secara umum PUTK ini dapat digunakan untuk penilaian status kesuburan tanah lahan kering secara cepat. Satu paket kemasan PUTK terdiri dari: a) satu set larutan ekstraksi untuk penetapan P, K, bahan organik, pH dan kebutuhan kapur, b) peralatan pendukung, c) bagan warna, serta (e) buku petunjuk penggunaan. Selanjutnya peserta praktik menguji pH tanah dengan alat Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK).

bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 2 1Sesi 5 dilanjutkan dengan pemaparan tentang pupuk dan pemupukan berimbang, yang disampaikan oleh praktisi dari perusahaan pupuk, Agus. Disampaikannya tentang Konsep Terpadu untuk Hasil Optimal dalam Budidaya Tanaman Sayuran. “Yang penting dalam budidaya adalah memilih varietas yang cocok, perhatikan faktor iklim seperti sinar matahari, pengairan, dan suhu, serta manajemen budidaya tanaman yang baik mulai dari penanganan hama dan penyakit, irigasi, pengendalian gulma, SDM, drainase, dan populasi tanaman/hektar”, jelas Agus. “Kita harus mengetahui unsur hara dalam tanaman baik makro dan mikro dan kita harus mengetahui pH tanah dan menjaganya di kisaran angka 6-7, tidak terlalu masam dan tidak terlalu basa, cenderung netral, karena dengan demikian kita dapat menentukan pemberian pupuk yang benar sesuai dosis”, tegasnya lagi. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 30 Apr 2019 18:19:32 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1521-ph-tanah-memerlukan-dosis-pemupukan
Meningkatkan Nilai Tambah dengan Pengolahan http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1518-meningkatkan-nilai-tambah-dengan-pengolahan bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjarLEMBANG. Kota Banjar sebagai salah satu wilayah binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memiliki potensi komoditas pertanian yang cukup tinggi baik dari sisi produksi maupun  kualitasnya. Untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, salah satu caranya adalah melalui proses pengolahan hasil pertanian, menjadi bahan olahan pangan yang bernilai jual tinggi. BBPP Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengolahan Hasil Pertanian bagi Kelompok Wanita Tani Kota Banjar, yang dilaksanakan selama 4 hari mulai 26-29 April 2019. Peserta sebanyak 30 orang anggota KWT di Kota Banjar. Pembukaan kegiatan, Jumat (26/04/2019).

bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjar2Selama berlatih, peserta diberikan materi pokok tentang Good Manufactuirng Practices (GMP), pengolahan hasil pertanian, dan pengemasan. Fasilitator pelatihan yaitu Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Pascapanen dan Pengolahan Hasil Pertanian, Wawa Risnawaty dan Aris Hanafiah dibantu oleh Pengelola Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Potensi komoditas pertanian di Kota Banjar yang dapat dilakukan dengan proses pengolahan hasil pertanian diantaranya adalah singkong dan pisang, karenanya berbagai olahan pangan berbahan dasar singkong dan pisang dikenalkan leh fasilitator, Sabtu bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjar3(27/04/2019). Membuat tepung mocaf (modified cassava flour), eggroll mocaf, dan brownies pisang dilakukan oleh peserta selama Bimtek. Satu lagi olahan yang dikenalkan yaitu membuat sabun dari minyak jelantah, “disamping sabun dari minyak jelantah ini bermanfaat untuk membersihkan benda dan barang disekitar kita, namun juga dengan mengolah minyak jelantah  menjadi sabun dapat mengurangi limbah dari minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan”, demikian penjelasan Wawa dihadapan seluruh peserta.

Untuk melihat keberhasilan Kelompok Wanita Tani lainnya yang telah sukses menjalankan usahanya, peserta melakukan studi banding ke KWT Alam Sari Kabupaten Subang yang bergerak dibidang pengolahan hasil buah nanas menjadi berbagai olahan pangan seperti dodol, sirup, jus, dll, Minggu (28/04/2019). Sebelum penutupan Bimtek, peserta memperoleh materi tentang Analisa Usaha oleh Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Sosial Ekonomi Pertanian, Anda Suhendi, Senin (29/04/2019). “Hal yang perlu diperhatikan dalam memulai usaha adalah: jenis kegiatan dalam pengelolaan usaha, pengadaan bahan baku dan peralatan, kapasitas/volume produksi, besar modal yang diperlukan, dan pemasaran hasil”, jelas Anda. “Kita harus membuat rencana usaha. Awalnya kita membuat dulu rencana usaha individu yang disusun berdasarkan kebutuhan, lalu rencana usaha kelompok yang dibuat oleh kelompok dan direkap oleh ketua kelompok untuk keperluan misalnya laporan kegiatan atau pencairan dana’, lanjut Anda lagi.

bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjar1Penutupan secara resmi oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud. “dalam berwirausaha bila mengalami kegagalan janganlah menyerah, coba lagi lagi dan lagi. Hambatan dan kegagalan bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, justru kita sedang mengalami pertumbuhan luar biasa”, pesan Kemal. “Bagian terberat dari sebuah kesuksesan adalah saat memulai usaha, namun saat sudah bisa melewati batas tertentu, segalanya akan mudah. Yakini bahwa kedepan hidup kita akan sukses dan menjadi pemberi berkah bagi sesama, seperti halnya pohon bambu”, demikian motivasi Kepala Balai sesaat sebelum menutup Bimtek.

Kurniasih, salah seorang peserta menyatakan kesannya selama berlatih di BBPP Lembang, “terimakasih atas bimbingan BBPP Lembang sehingga kami anggota KWT Kota Banjar bisa mendapat ilmu baru yang dapat menambah wawasan kami tentang pengolahan hasil pertanian. Akan kami sosialisasikan kepada anggota KWT lainnya yang tidak bisa mengikuti kegiatan ini”. (chetty)

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 29 Apr 2019 23:00:43 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1518-meningkatkan-nilai-tambah-dengan-pengolahan
Dengan Pupuk Organik Cair, Hasil Panen Menyehatkan http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1517-dengan-pupuk-organik-cair-hasil-panen-menyehatkan bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi5LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission menyelenggarakan Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model. Apa itu Onsite Training Model? Yaitu model pelatihan yang menggunakan pola integrasi mulai dari proses perencanaan hingga pendampingan dan evaluasi. Kelebihan Onsite Training Model yaitu: berbasis outcome (pendapatan) jaminan sektor hilir; integrasi; materi sesuai kebutuhan; menyelesaikan permasalahan petani dengan tepat; sarana belajar adalah lokasi usahanya; waktu belajar sesuai dengan siklus budidaya dan sesuai kesepakatan petani peserta; pendampingan berkelanjutan; penyebaran teknologi ke petani lain lebih cepat; biaya lebih kecil.

Hingga Akhir April 2019, sudah ada 50 angkatan atau sekitar 1.500 alumni pelatihan yang merupakan petani wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang telah dilatih, dari target 1.800 hingga akhir Tahun 2019. Angkatan 50 berlokasi di Desa Cikole Lembang, memasuki sesi 5 pada Senin (29/04/2019). Tiga puluh orang petani yang tergabung di Kelompok Tani Perintis Tani di lahan usahatani milik core farme, Jajang. Materi kali ini yaitu tentang pemupukan dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), dipandu fasilitator pelatihan yang merupakan penyuluh pertanian, Jamal dan Diah.

bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi5 1Pemupukan merupakan proses yang penting dalam rangkaian budidaya tanaman karena menjadi salah satu faktor penentu tumbuhnya tanaman dengan baik dan optimalnya hasil panen”, jelas Jamal mengawali materi hari itu. “Kini era pertanian organik maka penting untuk kita semua membuat pupuk berbahan dasar organik agar menyehatkan tanaman dan lingkungan sekitar kita, karenanya di pelatihan ini kita belajar bagaimana berbudidaya tanaman yang baik dan sehat. Cara membuat pupuk organik tidaklah sulit, bahannya mudah kita peroleh disekitar kita dengan memanfaatkan limbah seperti air kelapa, atau urine ternak baik kelinci atau sapi dan relatif lebih murah”, jelas Jamal lagi. Selanjutnya, peserta praktik membuat pupuk organik cair. (Chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 29 Apr 2019 22:22:14 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1517-dengan-pupuk-organik-cair-hasil-panen-menyehatkan
Inokulasi Trichoderma Dipraktikkan pada Pelatihan Onsite Training Model http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1522-inokulasi-trichoderma-dipraktikkan-pada-pelatihan-onsite-training-model bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 4LEMBANG. Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model di Kelompok Tani Cialieu, Cibodas Lembang memasuki sesi 4 pada Jumat (26/04/2019). Kali ini peserta memperoleh materi tentang pemeliharaan tanaman berupa pengendalian hama dan penyakit dengan cara pembuatan pestisida nabati, PGPR, dan Trichoderma. Fasilitator sesi ini adalah Petugas POPT Kabupaten Bandung Barat, Nendi dan Lida.

bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 4 2“pestisida nabati, PGPR dan Trichoderma merupakan aplikasi pengendalian hama dan penyakit secara organik dan tentunya ramah lingkungan”, ujar Nendi. Dijelaskan pula alat dan bahan dalam pembuatan ketiganya yang dapat diperoleh disekitar kita sehingga biaya yang dikeluarkan tidak mahal. Proses pembuatannya pun tidak sulit asalkan petani mau kerja keras dan berkeinginan untuk berbudidaya secara sehat.

Sebelum praktik inokulasi atau perbanyakan trichoderma, fasilitator menjelaskan langkah-langkah inokulasi trichoderma: 1) Tangan harus dalam keadaan bersih dan steril dengan cuci tangan serta menyemprotkan alcohol, 2) buka lipatan plastik media berupa beras yang sudah dikukus terlebih dahulu, 3) sterilkan jarum ose dengan cara membakar jarum ose pada bunsen/lampu spirtus hingga pijar, lalu celupkan pada alkohol, 4) ambil bibit cendawan yang ada dalam botol dengan menggunakan jarum ose yang sudah disterilkan tadi, lalu masukkan kedalam media beras yang telah dikukus, 5) lipat ujung plastic lalu beri label. Peserta secara bergantian praktik inokulasi trichoderma agar mengetahui bagaimana cara perbanyakan trichoderma yang dapat membantu mereka untuk nantinya berbudidaya tanaman yang baik, benar, dan sehat. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 26 Apr 2019 19:41:15 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1522-inokulasi-trichoderma-dipraktikkan-pada-pelatihan-onsite-training-model