Berita Pelatihan http://www.bbpp-lembang.info/ Fri, 03 Jul 2020 01:14:09 +0700 FeedCreator 1.8.3 (obRSS 1.9) http://www.bbpp-lembang.info/images/ Berita Pelatihan http://www.bbpp-lembang.info/ Berita seputar pelaksanaan Diklat di BBPP Lembang Bertani on Cloud “Eggrol Mocapi” Menarik Minat Ribuan Peserta http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1607-bertani-on-cloud-eggrol-mocapi-menarik-minat-ribuan-peserta bbpplembang bertanioncloud eggrollmocapi“Setiap hari selasa dan kamis saya mengikuti Bertani on Cloud. Materinya bagus-bagus dan mudah diaplikasikan kepada masyarakat dan cara penyampaian materinya oleh para widyaiswara mudah dipahami”, jelas Aprilia, salah seorang Penyuluh Pertanian Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi peserta Bertani on Cloud volume 11 sesi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Bertani on Cloud kali ini materinya adalah membuat Eggroll Mocaf Pisang, atau dibranding dengan “Eggroll Mocapi”, yang disampaikan oleh Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, Kamis (14/05/2020). “Pelatihan Eggroll Mocapi ini sangat tepat karena berkaitan dengan upaya kita meningkatkan pangan lokal. Tepung mocaf tidak kalah gizi dengan tepung yang terbuat dari gandum. Ini menjadi salah satu peluang substitusi impor dimana data menunjukkan impor tepung terigu per tahun 10 juta ton, jika dihitung sebesar 30 trilyun per tahun. Dengan adanya kearifan lokal tepung mocaf maka bisa menghasilkan devisa bagi negara”, jelas Bustanul. “Mari bersama-sama baik itu petani, penyuluh, widyaiswara untuk terus sosialisasikan pangan lokal sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri”, ajak Bustanul mengakhiri sambutan. Tampak hadir pula Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kemal Mahfud.

Bertani on Cloud dilaksanakan sebanyak 2 sesi, yaitu sesi 1 pukul 08.00, dan sesi 2 pukul 13.00. Peserta yang terekam mengakses Bertani on CloudEggroll Mocapi” dari berbagai kanal media komunikasi, baik melalui cloud meeting zoom sebanyak 300 orang baik itu penyuluh di BPP seluruh Indonesia, widyaiswara, dan masyarakat lainnya. Bertani on Cloud “Eggroll Mocapi” juga disaksikan secara live streaming di youtube elearning Puslatan, dan live streaming fanspage BPPSDMP yang disaksikan lebih dari 1.000 orang peserta.

bbpplembang bertanioncloud eggrollmocapi1Widyaiswara Spesialisasi Pengolahan Hasil Pertanian, Aris Hanafiah, Saptoningsih dan Tim Laboratorium  Pengolahan Hasil, secara rinci, serius namun santai, menjelaskan tentang alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat eggroll mocaf pisang yang berbahan dasar tepung mocaf dan pisang ambon lumut. Suasana pelatihan elearning semakin menarik saat pemateri memberikan quiz pertanyaan kepada peserta yang langsung direspon peserta. Enam orang dari 2 sesi berhasil menjawab dengan betul dan mendapat hadiah menarik dari panitia. Diskusi juga berjalan dengan baik, dan pertanyaan dapat dijawab oleh pemateri.

Bertani on Cloud yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Pertanian, sejalan dengan keinginan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa, “pertanian tidak boleh berhenti, lakukan semua aktivitas pertanian mulai dari of farm hingga off farm dan kegiatan lainnya, namun tetap perhatikan protokol pencegahan penyebarluasan pandemi covid-19”, “ini semua karena tanggung jawab kita menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia”, tegasnya.

Bertani on Cloud memperoleh apresiasi dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi. “Ditengah pandemi covid-19 ini, 3 pilar dalam pengembangan SDM pertanian juga harus tetap berjalan baik itu pendidikan, pelatihan dan penyuluhan”, jelas Dedi. “Bertani on Cloud ini merupakan terobosan model pelatihan yang dapat menjangkau masyarakat luas dengan topik materi yang menarik dan sederhana setiap kalinya, apalagi kita dalam kondisi mayoritas bekerja dari rumah (work from home), sehingga solusi efektif dalam peningkatan kompetensi masyarakat kita”, ujarnya lagi. 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 14 May 2020 12:41:17 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1607-bertani-on-cloud-eggrol-mocapi-menarik-minat-ribuan-peserta
Kolaborasi Cantik antara Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian Dampingi Petani http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1605-kolaborasi-cantik-antara-widyaiswara-dan-penyuluh-pertanian-dampingi-petani bbpplembang pendampinganPTTHorti RancaekekRANCAEKEK. Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, seperti yang selalu diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, tidak menyurutkan kegiatan pertanian. Ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi pun mengatakan, “Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita”.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang ditengah Pandemi Covid-19 tetap melaksanakan berbagai kegiatan dengan tetap mengikuti protokol pertanian di lapangan. BBPP Lembang bekerjasama dengan Taiwan Technical Mission menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Hortikultura di Kecamatan Rancaekek dan setelah pelatihan selesai, dilaksanakan kegiatan pendampingan.

Senin (20/04/2020), Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian melakukan pendampingan dan demonstrasi plot (demplot) pasca pelatihan, dengan peserta petani sebanyak 5 orang. Kegiatan dilakukan di Kelompok Tani Tirta Karya, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.

“Kami kesini melakukan pendampingan dan melakukan  praktik untuk kegiatan persemaian dan analisis unsur hara menggunakan perangkat uji. Untuk persemaian kami membawa seed tray, plastik UV,  kascing, arang sekam, dan juga bibit tanaman cabai merah dan kembang kol yang nantinya akan dipakai untuk praktik persemaian di lahan demplot”, jelas Dewi Padmisari, Widyaiswara BBPP Lembang. Sebelumnya petani menyemai dengan cara tebar langsung di tanah, dengan campuran pupuk kandang basah, sehingga bibit lama tumbuh dan hasil kurang optimal.

Penyuluh pertanian Desa Rancaekek Wetan, Poppy Kristanti, mempraktikkan cara menguji kadar pH tanah di lahan demplot, kandungan unsur P, K dan C-Organik. Setelah mengambil sampel tanah komposit dari berbagai titik di lahan demplot, Poppy mengajak petani untuk sama-sama melakukan simulasi uji unsur hara tanah hingga keluar hasilnya dan rekomendasi pemberian pupuk serta kaptan karena pH tanah agak masam, sehingga sebelum penanaman, tanahnya subur.

Petani melakukan praktik persemaian dengan media tanam berupa tanah, arang sekam dan kascing dengan perbandingan 1:1:1. Ketiganya dicampurkan dan diaduk merata lalu diayak kemudian disiram air hingga lembab kemudian dimasukkan kedalam seed tray.  Tujuan persemaian dalam seed tray adalah untuk mempermudah penyimpanan benih, dan agar benih tumbuhnya seragam. Benih yang digunakan, direndam terlebih dahulu dengan larutan PGPR 5 ml/liter air selama kurang lebih 20 menit, hal ini dimaksudkan agar bibit mudah tumbuh, karena ZPT yang terkandung dalam PGPR. Lalu seed tray diletakkan dalam naungan persemaian. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 20 Apr 2020 21:59:57 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1605-kolaborasi-cantik-antara-widyaiswara-dan-penyuluh-pertanian-dampingi-petani
Widyaiswara Curi Perhatian 427 Peserta di Pelatihan Kultur Jaringan Metode E-Learning dengan Zoom Cloud Meeting http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1602-widyaiswara-curi-perhatian-427-peserta-di-pelatihan-kultur-jaringan-metode-e-learning-dengan-zoom-cloud-meeting bbpplembang puslatanoncloud kuljarLEMBANG. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti, termasuk dalam hal pengembangan SDM pertanian, yaitu penyelenggaraan pelatihan. “Tetap kerja produktif, ikuti protokol pencegahan Covid-19 dan giatkan online system dan elearning”, begitu pesan SYL. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “tiga program aksi BPPSDMP sebagai acuan pelaksanaan program Kementerian Pertanian tersebut, yaitu: 1) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), 2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun, 3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementerian Pertanian seperti Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks”.

Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP menyelenggarakan Pelatihan on Cloud, dengan jadwal setiap hari selasa dan kamis yang dibawakan oleh UPT Pelatihan Lingkup BPPSDMP. Kamis (16/04/2020), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada kali keempat Puslatan menyelenggarakan elearning, membawakan materi Kultur Jaringan. Kepala Pusat Pelatihan, Bustanul Arifin Caya saat membuka pelatihan disaksikan lebih dari 400 peserta pelatihan yang join video conference via zoom menyampaikan, “Puslatan on cloud ini merupakan bukti bahwa ditengah pandemi covid-19, kita tetap melaksanakan kegiatan pelatihan yang mendukung program Kementerian Pertanian. Elearning ini sangat menarik, bisa diakses 24 jam, fleksibel, materi-materinya sangat menarik dari setiap UPT Pelatihan yang menyajikan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kita semua tentang pertanian”. “Kultur jaringan merupakan materi yang menarik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita dalam perbanyakan vegetatif tanaman”, jelas Bustanul.

Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud menyampaikan, “Semoga Pelatihan Kultur Jaringan ini bermanfaat bagi kita semua, selamat menyaksikan persembahan dari BBPP Lembang selama 2 sesi, pagi ini jam 8.00 dan 13.00 siang nanti”.

Widyaiswara Spesialisasi Budidaya yang mumpuni dibidang kultur jaringan, Abd. Rohim,  didampingi Widyaiswara dan Pengelola Laboratorium, dihadapan peserta yang join pelatihan via video conference zoom, membawakan 3 sub materi pada Pelatihan Kultur Jaringan dan langsung mempraktikkannya di Laboratorim Kultur Jaringan, yaitu: pembuatan media, sterilisasi eksplan pisang, penanaman eksplan pisang. Suasana pelatihan elearning semakin menarik saat pemateri memberikan quiz pertanyaan kepada peserta yang langsung direspon peserta. Enam orang dari 2 sesi berhasil menjawab dengan betul dan mendapat hadiah menarik dari panitia. Diskusi juga berjalan dengan baik tentang kultur jaringan, dipandu host Puslatan on Cloud baik yang bertanya langsung ataupun via chat yang tersedia di aplikasi zoom. Sesi pertama diikuti oleh 240 orang peserta dan sesi kedua diikuti 187 orang peserta.

Andi Kahfiani, salah seorang peserta menyampaikan kesannya, “Terimakasih BBPP Lembang atas ilmunya, semoga ada kelanjutannya ya pelatihan ini”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 17 Apr 2020 21:08:32 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1602-widyaiswara-curi-perhatian-427-peserta-di-pelatihan-kultur-jaringan-metode-e-learning-dengan-zoom-cloud-meeting
Sertifikasi Profesi Penanam Tanaman Hidroponik Cetak SDM yang Kompeten http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1595-sertifikasi-profesi-penanam-tanaman-hidroponik-cetak-sdm-yang-kompeten bbpplembang sertifikasi hidroponikLEMBANG. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, bertekad mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. Berbagai program dilakukan di seluruh lingkup Eselon I Kementerian Pertanian, saling berkolaborasi mewujudkannya. Termasuk Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), dimana Kepala Badan, Prof. Dedi Nursyamsi, mencanangkan 3 program aksi sebagai acuan pelaksanaan program Kementerian Pertanian tersebut, yaitu: 1) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), 2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun, 3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementerian Pertanian seperti Gedor Horti, Grasida, sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks. Ini untuk mencetak SDM pertanian yang profesional. mandiri, serta memiliki jiwa wirausaha.

Sertifikasi profesi merupakan hal penting bagi SDM pertanian untuk mendapat pengakuan baik didalam negeri maupun dunia internasional akan kompetensi yang dimiliki. Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Sertifikasi Profesi Penanam Tanaman Hidroponik. Kegiatan diselenggarakan mulai tanggal 18 – 20 Maret 2020 yang diikuti oleh 30 orang Asesi yang telahh mengikuti Pelatihan Vokasi di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian, menjadi TUK bagi para Asesi ini.

Tim Asesor Kompetensi untuk Penanam Tanaman Hidroponik adalah salah seorang Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Budidaya, Hendra Gunawan, Praktisi Hidroponik dari Bogor, Teddy Rachmat Muliady, dan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Kediri Jawa Timur, Sunandar dan Asesor Lisensi dari LSP Pertanian Kementerian Pertanian, Andy Susilo.

“Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon sertifikasi/calon peserta Sertifikasi Profesi Penanam Tanaman Hidroponik adalah: 1) persyaratan uji kompetensi seperti Ijazah, sertifikat magang dan pelatihan, dokumentasi kegiatan , 2) menyiapkan dokumen yang relevan dengan jenis kompetensinya, 3) mengisi formulir permohonan sertifikasi (FR.APL-1) dan formulir mandiri (FR.PL-02) untuk diserahkan ke LSP Pertanian Kementerian Pertanian sebelum uji kompetensi dimulai, 4) calon peserta menguasai SKKNI bidang penanam tanaman hidroponik, 5) fotokopi KTP, 6) pas foto 3x4”, jelas Abd. Rohim, Kepala TUK Mandiri BBPP Lembang, Rabu (18/03/2020). “Dalam kegiatan sertifikasi ada 3 tahapan ujian yang harus dilalui untuk sampai dinyatakan Kompeten (K) atau Belum Kompeten (BK) , yaitu ujian tertulis, ujian lisan (wawancara), dan unjuk kerja (praktik)”, jelasnya lagi.

Unjuk Kerja dilakukan terhadap unit kompetensi-unit kompetensi yang menjadi titik kritis pada Penanam Tanaman Hidroponik dan belum dapat dibuktikan melalui ujian tertulis dan ujian lisan (wawancara). Dalam proses Unjuk Kerja Sertifikasi Profesi Penanam Tanaman Hidroponik , Asesi melaksanakan praktik dihadapan Asesor yang meliputi: praktik pemasangan instalasi, peracikan nutrisi, persemaian benihdan, penanaman. Setelah Asesi melalui rangkaian proses assessment dihadapan Asesor, selanjutnya pada hari terakhir kegiatan Sertifikasi, Asesor mengumumkan hasil proses assessment. 

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 19 Mar 2020 22:13:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1595-sertifikasi-profesi-penanam-tanaman-hidroponik-cetak-sdm-yang-kompeten
Dukung Program Gratieks, Penyuluh Kabupaten Bandung Barat Dilatih Teknik Hilirisasi http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1597-dukung-program-gratieks-penyuluh-kabupaten-bandung-barat-dilatih-teknik-hilirisasi bbpplembang pelatihanteknispenyuluh BPPLembangLEMBANG. Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, seperti yang selalu diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Berbagai program dilakukan di seluruh lingkup Eselon I Kementerian Pertanian, saling berkolaborasi mewujudkannya. Termasuk Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, dimana Kepala Badan, Prof. Dedi Nursyamsi, mencanangkan 3 program aksi sebagai acuan pelaksanaan program Kementerian Pertanian tersebut, yaitu: 1) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), 2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun, 3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementerian Pertanian seperti Gedor Horti, Grasida, sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian wilayah Bandung Barat khususnya teknik hilirisasi yang dapat mendukung Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian. Pelatihan diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 12 – 14 Maret 2020 dengan peserta sebanyak 30 orang penyuluh pertanian di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Pembukaan pelatihan, Kamis (12/03/2020) oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, Heru Budi Permana. Turut hadir Pejabat Struktural dan Funsgional Widyaiswara BBPP Lembang dan  Koordinator BPP Lembang, Darwin. Kepala Seksi Pelatihan Aparatur, Iwan Kurnia menyampaikan laporan awal kegiatan. “Banyak program Kementerian Pertanian sekarang yang membutuhkan peran kita semua untuk saling nersinergi. Gedor Horti, Gratieks, Pertanian Masuk Sekolah, KUR adalah contohnya. Mari bersama kita sukseskan program ini untuk kesejahteraan petani kita”.

“Kabupaten Bandung Barat mendukung program pemerintah pusat, dan kini sudah banyak program pemda kabupaten bandung barat yang concern dibidang pertanian, salah satunya dengan rencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan membantu petani dalam pemasaran produk pertanian secara lokal maupun ekspor”, jelas Heru dalam sambutan sesaat sebelum membuka pelatihan. “luas wilayah pertanian di Kabupaten Bandung Barat sebesar 130 ribu hektar, dimana untuk kawasan hortikultura sentranya di Kecamatan Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Kecamatan Sindangkerta, Cililin sedang dalam tahap pengembangan hortikultura pula melalui budidaya dengan hidroponik”. Namun diakui Heru, ada 2 kelemahan yang menjadi tantangan untuk pembangunan pertanian di wilayahnya, yaitu tentang alih fungsi lahan dan sertifikasi produk hortikultura. Beberapa langkah strategis sedang digodok dan akan direalisasikan segera untuk mengantisipasi permasalahan tersebut.  

Selama berlatih, peserta memperoleh materi pada kelompok dasar yaitu Kebijakan Pengembangan Komoditas Ekspor dan Budaya Kerja. Untuk materi kelompok inti, peserta diberikan materi tentang Kelembagaan Petani, Good Handling Practices (GHP), Mekanisme Ekspor, Mekanisme KUR, dan Focus Group Discussion.

Salah seorang peserta pelatihan, Yulianti Astuti menyampaikan kesannya, "dengan mengikuti pelatihan ini kami bisa menyebarluaskan informasi terbaru terkait agribisnis cabai merah sehingga dapat meningkatkan produktivitas cabai yang mendukung Program Gratieks".

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 18 Mar 2020 23:42:54 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1597-dukung-program-gratieks-penyuluh-kabupaten-bandung-barat-dilatih-teknik-hilirisasi
Mendukung Program Kostratani melalui Pelatihan Fungsional Alih Kelompok http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1598-mendukung-program-kostratani-melalui-pelatihan-fungsional-alih-kelompok bbpplembang pelatihan fungsionalalihkelompok2LEMBANG. Program utama Kementerian Pertanian saat ini seluruhnya bermuara untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern seperti yang selalu diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, diberbagai kesempatan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi, mencanangkan 3 program aksi sebagai acuan pelaksanaan program Kementerian Pertanian tersebut, yaitu: 1) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), 2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun, 3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementerian Pertanian seperti Gedor Horti, Grasida, sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT pelatihan lingkup BPPSDMP Kementerian Pertanian, turut berpartisipasi aktif dengan menyelenggarakan pelatihan pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian baik teknis, fungsional, maupun manajemen, dengan menyelenggarakan Pelatihan Fungsional Alih Kelompok Angkatan 2 bagi Penyuluh Pertanian. Pelatihan dilaksanakan selama 2 minggu mulai dari 9 – 23 Maret 2020 dengan peserta 30 orang penyuluh dari Kabupaten Purwakarta, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Banyumas, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kota Tidore.

Pembukaan pelatihan, Selasa (10/03/2020) oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud, yang dihadiri oleh pejabat struktural dan fungsional widyaiswara pengampu materi pelatihan. “Tugas Kementerian Pertanian saat ini adalah  ada tiga tujuan pembangunan pertanian saat ini adalah menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa dari Sabang sampai Merauke, meningkatkan kesejahteraan petani dimana keragaan petani kita berjumlah 33 juta petani 2 juta masih muda/milenial (8%) dan 92% kolotnial, meningkatkan ekspor karena ini terkait harga diri bangsa”, jelas Kemal sesaat sebelum membuka pelatihan secara resmi. “Program nyata untuk mewujudkan semua itu adalah Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang memusatkan kegiatan pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan pemanfaatan teknologi informasi. Ini memerlukan kualitas  penyuluh pertanian yang mumpuni sehingga pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian dan menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja dan tata hubungan kerja penyuluh pertanian”, ungkapnya.

Selama berlatih 2 minggu di BBPP Lembang, peserta akan menerima materi baik secara klasikal maupun praktik, sebanyak 112 JP. Materi yang akan diberikan adalah: Kebijakan Pembangunan Pertanian, Kebijakan dan Strategi Penyuluhan Pertanian, danPengembangan Budaya Kerja dan Kode Etik Penyuluhan, Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem, Programa Penyuluhan Pertanian, Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian, Materi Penyuluhan Pertanian, Media Penyuluhan Pertanian, Metode Penyuluhan Pertanian, Penumbuhan dan  Pengembangan Kelembagaan Tani dan Kelembagaan Ekonomi Petani, Evaluasi Pelaksanaan dan Evaluasi Dampak Pelaksanaan Penyuluhan   Pertanian serta Pelaporan, Pengembangan Profesi, Pengemasan Data dan Informasi Berbasis Internet, Dasar-dasar Kewirausahaan, Revolusi Mental, Dinamika Kelompok, dan Penyusunan Rencana Implementasi.

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 10 Mar 2020 16:34:44 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1598-mendukung-program-kostratani-melalui-pelatihan-fungsional-alih-kelompok
Genjot Produktivitas Porang melalui Pelatihan untuk Mendukung Gratieks http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1593-genjot-produktvitas-porang-melalui-pelatihan-untuk-mendukung-gratieks bbpplembang pelatihanporang3GARUT. Porang adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan. Budidaya tanaman porang saat ini sedang diminati. Porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphopallus muelleri. Manfaat porang banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, dan selain itu juga untuk pembuatan lem dan jelly. Karena banyak manfaatnya sehingga  beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke Negeri Sakura, Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Australia dengan nilai ekspor cukup tinggi.

bbpplembang pelatihanporang2Porang menjadi salah satu komoditas yang ingin ditingkatkan produktivitasnya oleh Kementerian Pertanian untuk meningkatkan nilai ekspor, melalui Program  Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian turut berperan aktif terhadap program itu dengan melaksanakan Pelatihan Teknis Tematik di P4S di P4S Champ Pakenjeng Kabupaten Garut. selama 3 hari mulai 17 – 19 Februari 2020. Peserta merupakan petani budidaya porang di Kabupaten Garut sebanyak 60 orang (2 angkatan).

Senin (17/02/2020), pembukaan pelatihan oleh Kepala Seksi Aneka Kacang dan Umbi, Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Sayyidah Nur. “Tujuan pelatihan ini untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah dalam pelaksanaan pembinaan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, mewujudkan peran dari lembaga P4S sebagai sarana tempat berlatih dibidang pertanian yang maju dan berkesinambungan, mewujudkan P4S yang mampu menselaraskan arah dan tujuan dari program pemerintah bidang pertanian, dan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani dalam budidaya tanaman porang”, jelas Sayyidah dihadapan para peserta.

bbpplembang pelatihanporang1Selama berlatih 3 hari, peserta memperoleh materi secara klasikal tentang budidaya porang. Materi kelompok dasar yaitu Kebijakan Pengembangan Porang di Kabupaten Garut. Untuk materi kelompok inti adalah Pengenalan Agribisnis Porang, Tumpang Sari Porang, Budidaya Porang Intensif, Perbenihan Porang dimana peserta dikenalkan perbenihan dengan teknologi kultur jaringan, Manfaat dan Budidaya Porang serta Prospek Bisnis Porang. Kunjungan lapang ke lokasi budidaya porang di Kabupaten Garut yang sudah sukses berbisnis porang. Ini untuk membuka perspektif peserta untuk semangat berbisnis porang untuk menghasilkan pundi-pundi uang dengan menjual porang ke luar negeri.

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 19 Feb 2020 19:13:29 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1593-genjot-produktvitas-porang-melalui-pelatihan-untuk-mendukung-gratieks
Menumbuhkembangkan Petani Milenial melalui Pelatihan http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1581-menumbuhkembangkan-petani-milenial-melalui-pelatihan bbpplembang pelatihanP4SGarut1GARUT. Tahun 2020 direncanakan akan menjadi tahun pengembangan komoditas-komoditas perkebunan strategis. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melalui programnya “Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks)” menargetkan untuk peningkatan ekspor pertanian hingga tiga kali lipat. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian memiliki tugas melaksanakan pelatihan bagi aparatur maupun non aparatur pertanian. Salah satunya melalui Pelatihan Teknis Tematik di P4S dalam pengembangan komoditas jeruk serta strategi dan kebijakan pascapanen juga pengolahannya. Pelatihan dilakukan bagi 60 orang peserta petani milenial dari 9 kecamatan di Wilayah Kabupaten Garut. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai, Kemal Mahfud, Sabtu (18/01/2020).

bbpplembang pelatihanP4SGarutSekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Siti Munifah, dalam kunjungannya ke lokasi pelatihan, disertai para Kepala UPT Lingkup BPPSDMP peserta Rapat Pimpinan menyampaikan, “Kementerian Pertanian mengajak seluruh komponen bangsa untuk bisa menjaga ketahanan pangan bagi 267 juta jiwa, ini sesuai arahan Menteri Pertanian,” ujarnya. Kegiatan bertema “energizing and inspiring millenial agripreneurs” ini menurutnya berarti, “Petani milenial akan dibentuk jadi pengusaha milenial dan petani harus sejahtera.” Disarankannya kepada petani peserta pelatihan untuk bisa membuat kelompok kecil agar bisa dekat dengan akses perbankan dan bisa membentuk korporasi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beny Yoga Santika, menyampaikan, “Kita harus jadi petani yang maju, jangan berpikir lagi bertani dengan lahan luas, namub bagaimana cara dengan lahan 1000m2 bisa bertani dan kaya. Kita harus mandiri, dengan kreativitas upayakan akses ke lembaga keuangan untuk modal bertani kita. Modern, pertanian modern adalah keharusan untuk efisiensi. “Mari tumbuhkan dunia pertanian khususnya di Garut, dengan kekuatan bersama akan bisa semua,” ajaknya.

Pelaksanaan Teknis Tematik di P4S dilaksanakan selama 3 (tiga) hari efektif, 17-19 Januari 2020, tepatnya di Epitilu Agro Farm, Cikajang, Garut. Peserta pelatihan akan memperoleh materi secara klasikal dan praktik  mengenai komoditas jeruk: 1) menumbuhkembangkan minat generasi muda terhadap pertanian melalui Garut Edufarm Center dan upaya regenerasi petani era 4.0, 2) energizing and inspiring milenial agripreuneur sinergi program duta  petani milenial Kementerian Pertanian, 3) peran P4S dalam menumbuhkembangkan tani milenial dan fasilitasi magang Jepang, 4) pembibitan jeruk dengan teknik okulasi. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 20 Jan 2020 18:07:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1581-menumbuhkembangkan-petani-milenial-melalui-pelatihan
Potret Kinerja BBPP Lembang Tahun 2019 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1573-potret-kinerja-bbpp-lembang-tahun-2019 bbpplembang evaluasikegiatan2019PANGANDARAN. Tahun Anggaran 2019, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memiliki pagu anggaran sebesar Rp 27.038.597.000,00 yang terbagi kedalam 6 kegiatan besar yaitu: 1) Pelatihan mendukung komoditas strategis pertanian, 2) Sertifikasi profesi bidang pertanian, 3) Penguatan P4S sebagai pusat pembelajaran petani, 4) Layanan dukungan manajemen pelatihan, 5) Layanan internal (overhead), dan 6) Layanan perkantoran. Salah satu indikator kinerja adalah realisasi anggaran dimana per 30 November 2019, realisasi baik belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal, terealisasi sebesar 90,31%, sedikit lagi menuju angka target hingga akhir Desember 2019, sebesar 98,12%.

“Realisasi anggaran ini merupakan keberhasilan dari semua pihak di BBPP Lembang yang telah berkinerja keras, tuntas, dan cerdas sepanjang tahun 2019,” ujar Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Taufik Lukman, sesaat sebelum membuka kegiatan Evaluasi Kegiatan Tahun 2019, Kamis (12/12/2019). Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai 11 – 13 Desember di Kabupaten Pangandaran dan diikuti oleh 139 orang pegawai BBPP Lembang baik PNS maupun non PNS.

Evaluasi Kegiatan dilakukan setiap tahun oleh BBPP Lembang untuk mengetahui capaian kinerja. “Tujuan kegiatan ini adalah mengevaluasi seluruh kegiatan balai tahun 2019 untuk diperbaiki dimasa yang akan datang yang dibagi kedalam tiap bagian/bidang/unit kerja sebagai bahan pendukung kegiatan di tahun selanjutnya, untuk meningkatkan integritas, etos kerja, dan kerjasama dalam rangka pelayanan prima, dan mempererat silaturahmi,” jelas Taufik dihadapan seluruh pegawai yang datang sebagai bentuk apresiasi dari pimpinan tertinggi di BBPP Lembang atas kinerja BBPP Lembang.

bbpplembang evaluasikegiatan20191Sepanjang tahun 2019, hingga akhir November 2019, BBPP Lembang telah melatih 489 orang penyuluh dan petugas meliputi Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian, pelatihan teknis berkaitan dengan komoditas hortikultura, dan sertifikasi kompetensi. Untuk pelatihan non aparatur meliputi pelatihan teknis tematik, Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model, sertifikasi, ATC, pelatihan vokasi, pelatihan bagi Magang Petani Muda ke Taiwan, dan Bimtek KSTM, sudah melatih  2.899 petani dan pelaku usaha.

Pelayanan publik yang dilaksanakan oleh BBPP Lembang sesuai Standar Pelayanan Publik (SPP) yang telah dibuat, berkaitan dengan kerjasama dengan pihak ketiga, yaitu kerjasama dibidang pelatihan dengan realisasi peserta pelatihan sebanyak 256 orang,  kerjasama pemanfaatan sarana dan prasarana hingga Juli 2019 sebanyak 997 orang, kerjasama ketenagaan sebanyak 67 orang, kerjasama PKL siswa dan mahasiswa sebanyak 455 orang, dan kerjasama kunjungan sebanyak 3.530 orang dari kalangan anak sekolah, instansi, dan lainnya.

bbpplembang evaluasikegiatan20193Berdasarkan rata-rata hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan on-going selama 1 tahun, untuk pelatihan bagi aparatur pertanian, bahwa tingkat kepuasan peserta sebesar 96,26% artinya bahwa peserta pelatihan puas dengan penyelenggaraan pelatihan di BBPP Lembang. Penilaian terhadap fasilitator juga baik yaitu 4,62 dimana standar paling bagus poinnya 5. Untuk penilaian terhadap peserta seperti daily mood 2,84 artinya kondisi suasana hati peserta selalu senang saat mengikuti pelatihan di BBPP Lembang, lalu  pemahaman materi 4,35 dimana peserta memahami materi dengan nilai maksimal 5,sikap dan perilaku 82,48. Untuk pelatihan non aparatur, tingkat kepuasan peserta sebesar 2,84 artinya bahwa peserta pelatihan juga puas dengan penyelenggaraan pelatihan di BBPP Lembang. Penilaian terhadap fasilitator juga baik yaitu 4,35 dimana standar paling bagus poinnya 5. Untuk penilaian terhadap peserta seperti daily mood 2,91 artinya kondisi suasana hati peserta selalu senang saat mengikuti pelatihan di BBPP Lembang, lalu  pemahaman materi 4,07 dimana peserta memahami materi dengan nilai maksimal 5,sikap dan perilaku 82,02.

bbpplembang evaluasikegiatan20192Di akhir pemaparan, diskusi, sharing dan brainstorming dilakukan oleh beberapa perwakilan dari pegawai untuk perbaikan kinerja BBPP Lembang tahun anggaran berikutnya.

Di penghujung kegiatan, BBPP Lembang melepas salah seorang pegawainya yang memasuki masa pensiun, Irwan Waluya, jabatan terakhir Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur yang telah mengabdi kepada negara hampir 30 tahun lamanya. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 12 Dec 2019 23:29:57 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1573-potret-kinerja-bbpp-lembang-tahun-2019
Meningkatkan Kompetensi Penyuluh pada Pelatihan Teknis Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Buah dan Sayur http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1564-meningkatkan-kompetensi-penyuluh-pada-pelatihan-teknis-pasca-panen-dan-pengolahan-hasil-buah-dan-sayur Komoditas buah dan sayur mempunyai daya simpan yang sangat singkat. Oleh karena itu, diperlukan penanganan pasca panen yang baik. Penyuluh pertanian sebagai pendamping petani harus memiliki kompetensi yang baik agar bisa mendampingi petani di wilayah sentra produksi dan wilayah pengembangan komoditas buah dan sayur dalam hal penanganan pasca panen dan pengolahan hasil.

bbpplembang pelatihanPHP penyuluh1LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Buah dan Sayur selama 1 minggu efektif mulai dari 19-26 November 2019. Pelatihan diikuti oleh 30 orang penyuluh pertanian dari 3 provinsi binaan BBPP Lembang, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Pembukaan pelatihan, Rabu (20/11/2019) oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi, M. Iski Suharno, dihadiri oleh pejabat struktural dan widyaiswara yang akan menjadi fasilitator selama pelatihan. “Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian dibidang pasca panen dan pengolahan hasil buah dan sayur di wilayah masing-masing yang menjadi sentra dan wilayah pengembangan komoditas buah dan sayur,” jelas Iwan Kurnia, Kepala Seksi Pelatihan Aparatur mengawali laporan kegiatan. “Penyuluh pertanian sebagai pembina pelaku usaha dibidang pengolahan hasil pertanian akan memperoleh 56 jam pelajaran dari para fasilitator baik dari BBPP Lembang, Ditjen Hortikultura, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, maupun praktisi”, ujarnya lagi.

bbpplembang pelatihanPHP penyuluhSementara itu, Kepala Bidang Program dan Evaluasi, M. Iski Suharno, dalam sambutannya sebelum membuka pelatihan menyampaikan, “Menteri Pertanian memberikan arahan diawal kepemimpinannya, yang pertama data pertanian terpusat menjadi satu data sehingga kebijakan yang dibuat lebih baik karena data akurat. Kedua, akan dibentuk Kostra Tani yaitu Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian yang dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian sehingga peran BPP dimana penyuluh ada didalamnya sangat penting untuk kemajuan pertanian Indonesia”. “Saya mengharapkan peserta bisa mengikuti pelatihan dengan fokus, serius, dan partisipatif, agar tujuan pembelajaran tercapai dan ada peningkatan kompetensi”, ungkap Iski.

Selama berlatih, peserta akan diberikan materi inti secara klasikal maupun praktik tentang Good Handling Practices (GHP),  Good Manufacturing Practices (GMP), SOP Pengolahan Hasil Buah dan Sayur, Teknologi Pengemasan dan Pelabelan, Teknologi Pasca Panen Buah dan Sayur, Teknologi Pengolahan Hasil Buah dan Sayur, Analisa Usaha Pengolahan Hasil, dan Prosedur Izin Usaha Rumah Tangga (PIRT). (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 20 Nov 2019 15:50:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1564-meningkatkan-kompetensi-penyuluh-pada-pelatihan-teknis-pasca-panen-dan-pengolahan-hasil-buah-dan-sayur
Peran Penyuluh Program IPDMIP Mendukung Kostra Tani http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1562-peran-penyuluh-program-ipdmip-mendukung-kostra-tani bbpplembang pembukaan IPDMIP angkt4-6Kostra Tani merupakan terobosan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan peran penyuluh pertanian.  Setiap Balai Penyuluhan Pertanian akan dilengkapi data dan dilengkapi perangkat digital yang dapat memantau kapan panen, proses tanam, dinamika pasar dalam dan luar negeri serta pergerakan alsintan.

LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, mengadakan Kegiatan Penyegaran Program Program Integrated Participatory Development and Mangement of Irrigation Project (IPDMIP) yang dilaksanakan selama 1 minggu mulai 17-23 November 2019. Kegiatan diikuti oleh 90 orang penyuluh pertanian dari berbagai provinsi di wilayah Indonesia yang merupakan wilayah IPDMIP.

Pembukaan kegiatan, Senin (18/11/2019) oleh Lutfi Halide. Dihadiri oleh seluruh Kepala UPT Kementerian Pertanian Lingkup Lembang, yaitu Kepala BBPP Lembang, Kepala BPTP Jawa Barat, Kepala BIB Lembang, Kepala Balitsa, dan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Bandung.

Dalam sambutan selamat datang, Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud menyampaikan: “Kebijakan Kementerian terkait penyuluhan saat ini adalah Kostra Tani. Ini diharapkan dapat menggerakkan penyuluh dalam pembangunan pertanian,” jelasnya

bbpplembang pembukaan IPDMIP angkt4-6 1Lutfi Halide menyampaikan, “Program 100 hari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yaitu bagaimana memenuhi pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia. Dibutuhkan kolaborasi Kementerian Pertanian lintas sektoral untuk satu data tentang pertanian,” jelas Lutfi. “Mentan juga menegaskan peran penyuluh pertanian penting karenanya dibentuk Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) sebagai simpul koordinasi karena pusat kegiatan pertanian akan berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).” “Mari kita semua bekerja ikhlas menjalani peran dalam pembangunan pertanian untuk kesejahteraan petani”, ajak Lutfi dihadapan para peserta pembekalan IPDMIP. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 18 Nov 2019 22:51:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1562-peran-penyuluh-program-ipdmip-mendukung-kostra-tani
Sertifikasi Level Supervisor Menuju Penyuluh Pertanian Profesional http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1566-sertifikasi-level-supervisor-menuju-penyuluh-pertanian-profesional Perkembangan pasar global Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut persaingan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja yang kompeten. Ini menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja SDM sektor pertanian melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karir sesuai dengan minat, bakat serta kemampuan

bbpplembang-sertifikasiprofesi penyuluh1LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP)  menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Fungsional Pertanian Level Supervisor. Dilaksanakan selama 3 hari mulai 13 – 16 November 2019 dengan Asesi (yang mengajukan sertifikat) sebanyak 90 orang penyuluh pertanian dari Provinsi Jawa Barat, yaitu dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Subang, Purwakarta, Indramayu, Bekasi, Cianjur, Sumedang, Bogor, Sukabumi, Kota Sukabumi dan Banjar.

bbpplembang-sertifikasiprofesi penyuluhPembukaan Pelatihan, Kamis (14/11/2019). Kepala TUK Mandiri BBPP Lembang sekaligus Widyaiswara BBPP Lembang, Abd. Rohim, menyampaikan, “Pengakuan kompetensi kerja SDM pertanian dengan pemberian sertifikat kompetensi setelah pelaksanaan uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi”. “Tujuan kegiatan ini adalah melakukan seleksi dan uji kompetensi penyuluh pertanian level supervisor sesuai dengan bidang keahliannya. Ini dilakukan oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Sektor Pertanian,” jelas Rohim.

bbpplembang-sertifikasiprofesi penyuluh2Sertifikasi Kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional dan atau standar khusus. Persyaratan peserta diantaranya: Penyuluh Pertanian Ahli baik Pertama maupun Muda, mengisi form pendaftaran FR-APL-01, mengisi form assessmen mandiri FR-APL-02, membawa bukti fisik administrasi dan unit kompetensi umum, inti dan khusus/pilihan.

Dalam kegiatan sertifikasi ada 3 tahapan ujian yang harus dilalui untuk sampai dinyatakan Kompeten (K) atau Belum Kompeten (BK) , yaitu ujian tertulis, ujian lisan (wawancara), dan unjuk kerja (praktik). Hasilnya dari 90 Asesi Penyuluh Pertanian Level Supervisor, seluruhnya direkomendasikan Kompeten dan dapat ditindaklanjuti oleh LSP disampaikan kepada BNSP untuk dapat diterbitkan sertifikat kompeten. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 14 Nov 2019 16:57:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1566-sertifikasi-level-supervisor-menuju-penyuluh-pertanian-profesional
Teknologi Aeroponik Menarik Minat Penyuluh dan Petani Kediri http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1565-teknologi-aeroponik-menarik-minat-penyuluh-dan-petani-kediri Teknologi Pertanian Hidroponik menjadi daya tarik tersendiri untuk dipelajari. Dengan hidroponik, budidaya pertanian tidak harus kotor-kotoran dan akan menghasilkan produktivitas yang tinggi, tentunya dengan pemeliharaan yang baik dan benar

bbpplembang pelatihanhidroponik kediri1LEMBANG. Teknologi Pertanian Hidroponik berbagai sistem dibudidayakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Diantaranya deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT) dengan komoditas sayuran daun seperti selada, seledri, dan pakcoy, sistem aeroponik dengan komoditas yang dibudidayakan kentang, pakcoy, selada romaine, serta sistem drip irrigation dengan komoditas tomat beef dan cabai. Ini menarik masyarakat untuk berkunjung dan belajar di BBPP Lembang. Salah satunya, penyuluh dan petani dari Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur yang jauh-jauh datang ke BBPP Lembang untuk belajar praktis tentang budidaya tanaman dengan hidroponik.

bbpplembang pelatihanhidroponik kediri2bbpplembang pelatihanhidroponik kediriSepuluh orang penyuluh dan petani yang datang, melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman secara Aeroponik di BBPP Lembang selama 3 hari, mulai 11 – 13 November 2019. “Kami dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Kediri mengajak penyuluh dan petani belajar disini untuk mempersiapkan sumberdaya manusia pertanian yang mumpuni dibidang teknologi pertanian khususnya untuk di Kabupaten Kediri”, ungkap perwakilan dari dinas yang hadir. Rombongan diterima secara resmi oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud, memberikan motivasi kepada peserta, “terimakasih atas kepercayaan belajar di BBPP Lembang, silakan serap semua pengetahuan yang ada tentang hidroponik, untuk diterapkan di Kediri.”

Dipandu oleh Widyaiswara BBPP Lembang, peserta diberikan materi secara klasikal dan praktik tentang teknologi pertanian hidroponik mulai dari persiapan tanam di screen house dan instalasi aeroponik, persemaian yaitu aklimatisasi dan stek tanam, penanaman dan pemeliharaan, pemupukan, panen dan pasca panen, serta analisa usaha tani aeroponik kentang. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 11 Nov 2019 16:28:05 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1565-teknologi-aeroponik-menarik-minat-penyuluh-dan-petani-kediri
Pelatihan Vokasi Budidaya Krisan Potong Mencetak SDM yang Handal http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1559-pelatihan-vokasi-budidaya-krisan-potong-mencetak-sdm-yang-handal bbpplembang pelatihanvokasi tanamanhiasCIANJUR. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, turut berpartisipasi aktif mencetak SDM bidang pertanian yang handal dan mampu bersaing serta dibutuhkan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Melalui Pelatihan Teknis Tematik Vokasi Budidaya Krisan Potong, tantangan tersebut mencoba untuk dijawab oleh BBPP Lembang di era Revolusi Industri 4.0 ini. Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari mulai 7 – 11 Oktober 2019 bertempat di Stasiun Terminal Agribisnis (STA) Cigombong Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Peserta pelatihan sebanyak 30 orang petani milenial yang bergerak di usaha budidaya krisan potong.

bbpplembang pelatihanvokasi tanamanhias1Pembukaan pelatihan, Senin (07/10/2019) oleh Widyaiswara BBPP Lembang, Yeyep Dintan dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dan para fasilitator. “Perkembangan pasar global menuntut persaingan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja yang kompeten pada bidang tertentu. Ini menuntut tersedianya SDM yang berkualitas dan berdaya saing”, ujar Yeyep saat memberikan penjelasan latar belakang pelaksanaan pelatihan vokasi. ”Peningkatan kompetensi kerja SDM sektor pertanian bisa dengan jalur pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karir sesuai minat dan bakat. Generasi milenial sebagai penerus bangsa, harus diberdayakan kemampuannya dan BBPP Lembang berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan pelatihan pertanian berbasis vokasi yang memadukan (link and match)  antara SDM pertanian dan dengan dunia usaha dunia industri (DUDI)”, jelas Yeyep lagi.

bbpplembang pelatihanvokasi tanamanhias2Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah meningkatkan keterampilan peserta latih sehingga menjadi SDM yang handal dan dibutuhkan oleh DUDI. Capaian yang ingin diperoleh adalah peserta yang telah dilatih akan menjadi SDM yang handal, tidak hanya pada tataran teori namun juga terampil dan kompeten dan siap pakai saat dibutuhkan oleh DUDI. Yang terpenting, melalui Pelatihan Teknis Tematik Vokasi Budidaya Krisan Potong ini, dapat mengubah mindset petani milenial menjadi petani muda yang maju, berwawasan, dan terampil dibidangnya.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi tentang apa yang tercantum didalam SKKNI Krisan Potong dengan Unit Kompetensi Level Pelaksana, yaitu: Melaksanakan Prosedur K3 di Tempat Kerja pada Budidaya Krisan Potong, Menanam Benih Krisan Potong, Memupuk Tanaman pada Budidaya Krisan Potong, Melakukan Perompesan pada Budidaya Krisan Potong, dan Melakukan Kegiatan Sanitasi pada Budidaya Krisan Potong.  (chetty)

 

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 09 Oct 2019 22:42:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1559-pelatihan-vokasi-budidaya-krisan-potong-mencetak-sdm-yang-handal
Alumni Magang Jepang Mengembangkan Jejaring Kerjasama untuk Orientasi Ekspor Produk Pertanian http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1554-alumni-magang-jepang-mengembangkan-jejaring-kerjasama-untuk-orientasi-ekspor-produk-pertanian bbpplembang pelatihan alumniikamajaLEMBANG. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, melakukan berbagai langkah konkrit dalam pengembangan usaha pertanian, salah satunya dengan meningkatkan peran serta para Alumni Magang Jepang untuk memajukan pertanian di Indonesia dalam bidang penguatan pengembangan usaha dibidang pertanian. Kegiatan yang dilakukan adalah Pelatihan Pengembangan Usaha Pertanian Alumni Magang Jepang.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 14 - 16 September 2019 dengan peserta sebanyak 30 orang Alumni Magang Jepang yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jawa Barat. Selama berlatih, peserta memperoleh materi inti tentang kelembagaan agribisnis, identifikasi peluang usaha, moral dan etika bisnis, jejaring usaha/pemasaran dengan fasilitator alumni magang Jepang yang telah sukses dalam bisnis pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian, dan Widyaiswara BBPP Lembang.

Di penghujung pelatihan, dilakukan penandatanganan kerjasama antara Ketua Asosiasi Pengusaha Milenial Ikamaja Indonesia (APMII) dengan PT. Yan’s Fruits and Vegetables Supplier pimpinan salah seorang alumni magang Jepang yang sukses bisnis sayuran dan buah sebagai supplier dari petani dearah Cibodas Lembang. Perjanjian ini dalam hal pengadaan sayuran dan buah dari para alumni magang Jepang ke perusahaan supplier tersebut mulai bulan Oktober 2019. Ini merupakan salah satu cara memperluas jejaring kerjasama dan mempererat silaturahmi antar alumni, dengan orientasi memperluas pasar baik domestik bahkan ekspor.

Penutupan pelatihan, Senin (16/09/2019), oleh Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya. “Secara umum, pelatihan berjalan dengan baik dilihat dari hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan mulai dari monitoring daily mood, evaluasi kepuasan peserta, evaluasi terhadap fasilitator, dan evaluasi pemahaman materi”, jelas Irwan mengawali sambutan. “Berbicara agribisnis harus dari awal hingga akhir, dan kami harap alumni magang Jepang ini terus dapat memperluas jejaring kerjasama baik sesama alumni maupun pihak lainnya agar sejahtera bersama”, tutur Irwan sesaat sebelum menutup pelatihan. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 17 Sep 2019 00:46:45 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1554-alumni-magang-jepang-mengembangkan-jejaring-kerjasama-untuk-orientasi-ekspor-produk-pertanian
Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 dengan Pemberdayaan P4S http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1549-menuju-lumbung-pangan-dunia-tahun-2045-dengan-pemberdayaan-p4s bbpplembang pelatihantematik P4SKarangsariCiamisCIAMIS. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di P4S Karangsari Kabupaten Ciamis. Ini sebagai langkah nyata meningkatkan peran dan kontribusi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaaan Swadaya (P4S) secara berkelanjutan dalam pembangunan pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan dan Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045. Pelatihan diikuti oleh 20 orang petani di wilayah Kabupaten Ciamis dan diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 14 - 16 September 2019.

bbpplembang pelatihantematik P4SKarangsariCiamis2“Pelatihan Teknis Tematik di P4S bertujuan untuk menciptakan kesamaan persepsi dan gerak langkah dalam pelaksanaan pembinaan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, mewujudkan peran dari lembaga P4S sebagai sarana tempat berlatih dibidang pertanian yang maju dan berkesinambungan, dan mewujudkan P4S yang mampu meselaraskan arah dan tujuan dari program pemerintah dibidang pertanian”, tutur Dedi Bahrudin, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis.

Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud tampak hadir ditengah-tengah pelatihan. Disampaikannya tentang Kebijakan Kelembagaan P4S. “P4S merupakan lembaga yang didirikan dari oleh dan untuk petani. Kami bekerjasama dengan P4S untuk menyelenggarakan pelatihan karena P4S sebagai petani maju akan mampu membantu mengubah mindset petani kearah lebih baik, pelatihan lokasinya dekat dan bisa kapan saja transfer knowledge antara petani dan pengelola P4S”, jelas Kemal. Disampaikannya pula bahwa komoditas cabai merah merupakan salah satu komoditas yang menjadi prioritas pengembangan oleh Kementerian Pertanian. “Kami mohon kerjasama dari semua pihak untuk mampu mendorong produktivitas cabai merah di wilayah sentra cabai merah maupun wilayah pengembangan, sehingga kita bisa merambah pasar baik domestik yaitu pasar modern maupun pasar ekspor”, harap Kemal.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik yaitu: persiapan benih dan penanaman; pengolahan lahan; pemupukan; pengendalian hama dan penyakit; panen dan pascapanen. Untuk lebih meningkatkan keterampilannya, peserta praktik secara langsung panen dan pascapanen cabai. Bagaimana menentukan waktu panen yang tepat yang dapat dilihat secara fisik dari buah cabai, lalu pasca panen yang baik untuk mencegah losses yang tinggi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 16 Sep 2019 22:12:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1549-menuju-lumbung-pangan-dunia-tahun-2045-dengan-pemberdayaan-p4s
Penyuluh Pertanian Siap Dampingi Petani untuk Ekspor Komoditas Cabai Merah dan Bawang Merah http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1552-penyuluh-pertanian-siap-dampingi-petani-untuk-ekspor-komoditas-cabai-merah-dan-bawang-merah bbpplembang pelatihan bawangcabaimerah penutupanLEMBANG. Pelatihan Teknis Budidaya Cabai Merah dan Pelatihan Teknis Budidaya Bawang Merah yang sudah dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 4-11 September 2019 ditutup pada Rabu (11/09/2019). Penutupan pelatihan secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Hasan Latuconsina, dan dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Fungsional Widyaiswara BBPP Lembang.

Laporan hasil pelatihan disampaikan oleh Kepala Seksi Pelatihan Aparatur, Iwan Kurnia. Secara umum hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan nilainya baik, mulai dari monitoring daily mood, kepuasan terhadap proses penyelenggaraan, evaluasi sikap dan perilaku, evaluasi terhadap fasilitator, evaluasi pemahaman materi, dan monitoring kunjungan lapang.

“Ada 11 komoditas unggulan yang menjadi prioritas pengembangan Kementerian Pertanian, salah satunya adalah cabai merah dan bawang merah”, demikian penjelasan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Hasan Latuconsina. “Saya yakin, baru 75% materi yang disampaikan selama berada di BBPP Lembang, namun harapan kami 25% nya lagi mampu dikembangkan oleh peserta dengan menularkan ilmunya di wilayah binaan masing-masing dan merintis untuk membuat kawasan pengembangan komoditas ini agar populer di wilayah binaan para penyuluh”, jelas Hasan.

Peningkatan produktivitas cabai merah dan bawnag merah salah satunya merupakan tugas penyuluh, dan BBPP Lembang yang bertugas meningkatkan kompetensi para pelaku dibidang komoditas bawang merah dan cabai merah. “Kita upayakan pula petani nantinya bisa pemasaran hingga pasar ekspor komoditas tersebut karena dengan ekspor maka cakupan pemasaran akan lebih luas yang akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani”, ungkap Hasan sesaat sebelum menutup pelatihan.

Hepnu Danarto, salah seorang peserta menyampaikan kesannya selama mengikuti pelatihan, “Terimakasih kepada BBPP Lembang yang telah memberi kami kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Proses pelatihan baik di kelas maupun saat kunjungan lapang berjalan baik, fasilitator menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami”, tutur Hepnu. “Insya Allah materi yang kami peroleh akan kami aplikasikan sesuai dengan wilayah binaan kami masing-masing”, ujarnya lagi. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 12 Sep 2019 00:20:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1552-penyuluh-pertanian-siap-dampingi-petani-untuk-ekspor-komoditas-cabai-merah-dan-bawang-merah
BBPP Lembang Selenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di P4S untuk Menggenjot Ekspor Komoditas Pertanian http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1551-bbpp-lembang-selenggarakan-pelatihan-teknis-tematik-di-p4s-untuk-menggenjot-ekspor-komoditas-pertanian bbpplembang pelatihan P4SMudaBerkaryaTASIKMALAYA. Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) adalah lembaga pelatihan pertanian yang didirikan, dimiliki, serta dikelola oleh petani secara mandiri baik perorangan maupun kelompok. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di P4S Muda Berkarya Kabupaten Tasikmalaya. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 4-6 September 2019 dengan peserta sebanyak 20 orang petani.

Pelatihan dibuka secara resmi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Tia Kustiadi, dan dihadiri oleh Camat Cibatu, Asep M. Dahliana, dan Widyaiswara BBPP Lembang, Aris Hanafiah. “Pelatihan di P4S ini dimaksudkan agar peserta pelatihan bisa belajar dengan baik dan mudah dari para pengelola P4S yang dengan sukarela berbagai pengetahuan dan pengalamannya langsung di lapangan sehingga petani dapat melihatnya dan akan mencontoh”, jelas Tia. “Diharapkan dengan demikian petani bisa mengaplikasikan hal yang baik dengan harapan lebih kompeten dan produktivitasnya meningkat, bisa merambah pasar ekspor sehingga kesejahteraan tercapai”, demikan ungkap Tia sebelum membuka pelatihan secara resmi.

Selama berlatih, peserta belajar budidaya padi organik secara klasikal dan praktik, juga belajar tentang kelembagaan petani. Peserta praktik pengolahan lahan dengan alsintan. Disampaikan oleh fasilitator tentang penggunaan dan pemeliharaan alsintan yaitu traktor roda 2 dalam pengolahan lahan, manfaatnya untuk efisiensi tenaga, waktu dan biaya. Peserta juga diberikan materi tentang pertanian organik dan praktik membuat mikro organisme lokal (MOL) serta pembuatan pestisida nabati. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 11 Sep 2019 00:08:55 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1551-bbpp-lembang-selenggarakan-pelatihan-teknis-tematik-di-p4s-untuk-menggenjot-ekspor-komoditas-pertanian
Pelatihan Teknis Tematik Jagung di Kawasan Korporasi http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1544-pelatihan-teknis-tematik-jagung-di-kawasan-korporasi bbpplembang pelatihanjagung lebakLEBAK. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Jagung di Kawasan Korporasi Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 4 – 6 September 2019 berlokasi di UPTD Kecamatan Gunung Kencana. Pelatihan diikuti oleh 60 orang peserta yang merupakan petani jagung di yang terbagi kedalam 2 angkatan.

bbpplembang pelatihanjagung lebak1Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna pada Rabu (04/09/2019). Dihadiri oleh Pejabat Struktural Lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dan BBPP Lembang. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petani jagung di wilayah sentra jagung Kabupaten Lebak agar dapat meningkat produktivitasnya”, jelas Dede dalam sambutan sebelum membuka pelatihan. “Komoditas jagung sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional maupun ekspor”, jelas Dede lagi.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi baik secara klasikal maupun praktik, tentang Kebijakan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Lebak; Penilaian Kelas Kelompok; Pasca Panen Jagung untuk Nilai Tambah; Pembuatan Limbah Tanaman Jagung (Silase); Pembuatan Emping Jagung.  (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 06 Sep 2019 16:59:19 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1544-pelatihan-teknis-tematik-jagung-di-kawasan-korporasi
Produk Sayuran 1.800 Petani Alumni Pelatihan OTM Menuju Ekspor http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1550-produk-sayuran-1-800-petani-alumni-pelatihan-otm-menuju-ekspor bbpplembang pelatihanOTM59 penutupanLEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission, telah bekerjasama dalam  pemberdayaan petani mulai tahun 2015. Bentuk kerjasama adalah pelatihan bagi petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sebagian Kabupaten Bandung mulai tahun 2017 hingga saat ini 2019, telah melahirkan 1.800 petani yang dilatih tentang budidaya sayuran yang baik dan benar melalui kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Sayuran dengan metode Onsite Training Model (OTM). Bentuk kerjasama lainnya adalah pembangunan sarana dan prasarana di BBPP Lembang, berupa 1 buah Packing House dan 4 buah Green House Modern untuk Pembibitan dan Budidaya dimana satu diantaranya merupakan Green House yang secara otomatis dapat diatur suhu dan ruangnya.

Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) menjadi pengelola Packing House yang bertugas memasarkan produk sayuran petani alumni pelatihan OTM ke pasar modern dan rintisan ekspor. Dewi Padmisari, salah seorang Widyaiswara BBPP Lembang sekaligus Counterpart, disela aktivitas mendampingi peserta pelatihan OTM yang sedang berkeliling Packing House saat sesi ke-7 pelatihan , Kamis (05/09/2019), menyampaikan, “Petani alumni pelatihan OTM menjadi supplier kami untuk produk sayuran yang mereka budidayakan, sesuai kontrak kerjasama yang telah disepakati oleh Direktur LAIC, petani corefarmer dan disaksikan oleh penyuluh pendamping”, jelasnya. “sayuran ini kami terima di Packing House, lalu kami kemas, dan kami salurkan ke berbagai pasar modern yang telah bekerjasama dengan kami”, ungkap Dewi lagi.

Pasar Modern yang disupply sayuran oleh LAIC saat ini diantaranya Lottemart, Borma 4 outlet, Hypermart, Transmart Carrefour 6 outlet, Papaya 1 outlet di wilayah Bandung dan Karawang. “Target kami di tahun 2020 kami perluas pemasaran kami di 40 outlet”, jelas Dewi. “Kami juga merintis untuk ekspor, sudah ada beberapa eksportir yang sedang kami jajaki kerjasama”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 05 Sep 2019 23:43:12 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1550-produk-sayuran-1-800-petani-alumni-pelatihan-otm-menuju-ekspor
Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan Model Pelatihan dengan Onsite Training Model http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1546-peningkatan-kesejahteraan-petani-dengan-model-pelatihan-dengan-onsite-training-model bbpplembang OTM58 sesi7 1LEMBANG. Sesi ke-7 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model Angkatan 58 dilaksanakan pada Selasa (03/09/2019). Sesi terakhir ini diisi dengan kegiatan kunjungan 25 peserta pelatihan ke Packing House Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Peserta pelatihan yang tergabung di Kelompok Tani Sinar Barokah Kecamatan Parongpong, memperoleh penjelasan dari salah seorang Widyaiswara BBPP Lembang sekaligus Counterpart, Yeyep Dintan, tentang sistem pemasaran sayuran yang dikelola oleh Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC).

bbpplembang OTM58 sesi7 2“Kerjasama pemasaran ini diawali dengan melakukan budidaya yang baik dimana peserta pelatihan telah dilatih selama 7 sesi tentang budidaya sayuran yang baik dan benar”, jelas Yeyep mengawali kunjungan. “kami disini baik BBPP Lembang maupun Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission ingin membantu para petani agar kedepannya memiliki penghasilan yang baik sehingga kesejahteraannya meningkat, karenanya diperlukan kerja keras dari petani”, ungkap Yeyep lagi.

Peserta diajak melihat aktivitas di Packing House, dan dijelaskan tentang masing-masing bagian atau ruangan yang ada di Packing House, mulai dari ruangan Reception, ruangan Pre-cooling, ruangan Cleaning & Sorting, ruangan Packaging & Labeling, ruangan Food Processing, ruangan Cold Storage, dan ruangan Shipping Stage. Lalu mengunjungi melihat Green House Modern yang digunakan untuk budidaya tanaman dan juga persemaian. “LAIC sudah memasarkan produk sayuran dari petani alumni pelatihan ke 10 outlet baik di Bandung maupun wilayah lainnya. Target kami tahun 2020 ada 40 outlet yang bisa bekerjasama, karenanya kami membutuhkan partisipasi aktif dari para alumni untuk bisa menjadi supplier kami melalui contract farming yang kita buat nantinya. Dalam bermitra, yang penting adalah kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan komitmen”, jelas Yeyep.

bbpplembang OTM58 sesi7Sesi 7 diakhiri dengan kegiatan penutupan pelatihan.Penutupan oleh Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya dan dihadiri oleh Widyaiswara sekaligus Counterpart serta Penyuluh Pertanian. Dalam laporan hasil pelatihan, dari beberapa evaluasi yang dilakukan mulai dari daily mood, pemahaman materi, kepuasan peserta dan penilaian terhadap fasilitator, secara umum penyelenggaraan pelatihan berjalan dengan baik. “pelatihan tidak sampai disini karena akan ada kegiatan pendampingan hingga 1 tahun kedepan. Karenaya bila ada kesulitan saat budidaya silakan menghubungi penyuluh atau BBPP Lembang dan kami siap membantu”, jelas Irwan. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 03 Sep 2019 19:50:00 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1546-peningkatan-kesejahteraan-petani-dengan-model-pelatihan-dengan-onsite-training-model
Sharing Knowledge Petani Milenial dengan Alumni Magang Jepang http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1542-sharing-knowledge-petani-milenial-dengan-alumni-magang-jepang bbpplembang kunlap magangtaiwanLEMBANG. Peserta Pelatihan Pembekalan bagi Magang Taiwan dan Pelatihan Kewirausahaan bagi Generasi Muda Pertanian, melakukan kunjungan lapang ke Yans Fruit and Vegetables Supplier, Senin (26/08/2019). Yans Fruit and Vegetables ini milik Tatan Tarjuna, Alumni Magang Jepang yang berhasil dalam bisnis pertanian yang dirintisnya dari tahun 2001, sepulang dari magang ke Jepang selama 8 bulan lamanya di tahun 2000.

bbpplembang kunlap magangtaiwan1Dijelaskan olehnya dihadapan peserta pelatihan yang akan magang ke Taiwan dan juga calon magang ke Jepang, tentang pengalaman saat magang ke Jepang. “Tidak banyak teknologi pertanian di Jepang yang bisa saya adopsi sepulang saya dari Jepang, namun ada 2 hal besar dan penting yang bisa saya terapkan hingga kini, yaitu etos kerja dan disiplin”, jelas Tatan mengawali sharing knowledgenya.

Daily activitiy yang dilakukan selama magang di Jepang dari pagi hingga malam dengan total kerja hingga 16 jam. “Dari pagi hingga sore terkadang malam, aktivitas saya di otosan saya, sibuk sekali. Mulai dari pagi panen lalu dikemas dan diantarkan langsung ke koperasi tempat penjualan. Siangnya, saya ke kebun lagi untuk pemeliharaan tanaman, hingga sore. Malamnya jika masih diperlukan saya masih harus bekerja atau saya bercengkrama dengan seisi keluarga tempat saya tinggal”, jelas Tatan lagi.

Pencapaian Tatan di bisnis pertanian selama 18 tahun ini, kini sebagai supplier, Tatan mampu memasok sayuran dan buah-buahan dari 68 mitra taninya, ke 65 outlet pasar modern. Karyawannya pun sudah banyak, mencapai 52 orang. Yans Fruit and Vegetable Supplier memiliki 160 jenis sayuran dan buah dengan unggulan produk diantaranya ciplukan, asparagus, zuchini, strawberry, tomat TW, kentang, dan sawi putih.

bbpplembang kunlap magangtaiwan2Selanjutnya, dibagi menjadi 3 kelompok, peserta secara bergantian melakukan obervasi, yaitu ke pengurus berkaitan dengan pemasaran, tempat packaging sayuran dan buah, serta tempat mesin otomatis untuk packaging. Diskusi terjalin antara peserta dan pengelola Yans Fruit and Vegetable Supplier seputar agribisnis pertanian.

Di penghujung kunjungan lapang, Tatan berpesan kepada seluruh generasi muda pertanian peserta pelatihan, “kalian semua akan membawa nama baik bangsa Indonesia, karenanya disana harus bekerja sambil belajar. Adopsi pola pertanian di Jepang maupun Taiwan yang memang baik dan cocok untuk kita terapkan nantinya”, jelasnya. “yang penting juga, belajar bahasa Jepang dan Taiwan setiap hari mulai dari sekarang dan praktikkan tiap hari agar kita bisa berkomunikasi dengan baik saat ada disana dengan otosan kita dan yang lainnya”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 26 Aug 2019 22:08:31 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1542-sharing-knowledge-petani-milenial-dengan-alumni-magang-jepang
Tiada Hari Tanpa Praktik di Pelatihan OTM http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1541-tiada-hari-tanpa-praktik-di-pelatihan-otm bbpplembang OTM58 sesi3LEMBANG. Selasa (20/08/2019), peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model yang tergabung di Angkatan 58 yaitu di Kelompok Tani Sinar Barokah Kecamatan Parongpong, praktik pengolahan lahan dan pemasangan mulsa plastik hitam perak pada sesi 5.

bbpplembang OTM58 sesi3 1Peserta praktik dipandu oleh penyuluh pertanian, Agus Cahya, sebagai fasilitator. “Pengolahan lahan adalah membalik dan menggemburkan struktur tanah agar menjadi gembur, sehingga memudahkan perakaran untuk masuk ke dalam tanah dan memudahkan akar tanaman menyerap unsur hara”, jelas Agus.

Praktik dimulai dengan pengolahan lahan di lahan demplot yang akan ditanami bunga kol, dengan menggunakan alsintan jenis cultivator. Setelah itu ditaburkan kapur dengan dosis sesuai rekomendasi. Setelah itu membuat bedengan-bedengan yang kemudian ditutupi dengan mulsa plastik hitam perak (MPHP). (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 20 Aug 2019 20:51:27 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1541-tiada-hari-tanpa-praktik-di-pelatihan-otm
Kesiapan Petani Milenial Indonesia Magang ke Taiwan http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1538-kesiapan-petani-milenial-indonesia-magang-ke-taiwan bbpplembang magangtaiwan pembukaan1LEMBANG. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menggelar Pelatihan Pembekalan Magang bagi Taiwan. Magang ke Taiwan yang diikuti oleh petani milenial se-Indonesia ini sebagai langkah konkrit di sektor pertanian dalam hal regenerasi pertanian dengan cara meningkatkan peran serta dan kontribusi generasi milenial, agar mereka mampu menimba ilmu dan mencontoh sistem pertanian di Taiwan dan utamanya adalah etos kerjanya agar mampu menjadi pemuda tani yang berkarakter dan mumpuni dibidang pertanian kelak.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 minggu, 18-31 Agustus 2019 diikuti oleh 57 orang petani milenial dari seluruh Indonesia yaitu dari Provinsi Jawa Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Bali, NTT, dan Sulawesi Tenggara. Pembukaan pelatihan, Senin (19/08/2019) oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud. Turut hadir dalam pembukaan, Pejabat Struktural BPPSDMP, Pejabat Struktural dan Widyaiswara BBPP Lembang. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan sikap petani muda dalam bidang kewirausahaan agribisnis, meningkatkan kemampuan manajerial dalam mengelola agribisnis sesuai dengan komoditasnya, meningkatkan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan kewirausahaan secara berkesinambungan, dan menumbuhkan wirausahawan baru dari kalangan petani muda”, jelas Irwan Waluya, Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, dalam laporan awal pelaksanaan pelatihan.

bbpplembang magangtaiwan pembukaan“Tidak ada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tenang, begitu juga dengan dirimu, jangan harap kau menjadi yang lebih hebat, jika tak ada tantangan yang kau kalahkan”, ucap Kemal Mahfud dihadapan peserta sesaat sebelum membuka pelatihan. Ditambahkannya pula tentang prinsip pohon bambu dimana diawal-awal tumbuhnya tidak terlalu tinggi, namun setelah beberapa tahun akan langsung tumbuh melesat. “Itu artinya, setelah mempunyai dasar dan pondasi yang kuat, kita bisa melesat tumbuh dan berkembang, karena kita sudah mempersiapkan diri untuk tidak mudah tumbang”, jelasnya lagi.

bbpplembang magangtaiwan pembukaan2Selama berlatih, peserta akan menerima materi sebanyak 112 jam pelajaran dengan komposisi materi dasar, materi inti, dan materi penunjang. Pada materi dasar, peserta akan diberi materi tentang Peran Petani Muda dalam Pembangunan Pertanian; Pengembangan Sikap, Moral, Etika dan Budaya Kerja, dan Revolusi Mental. Untuk materi inti, peserta akan menerima materi Pembentukan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) yang diberikan setiap habis sholat shubuh; Budaya Taiwan; Bahasa Taiwan; GAP Tanaman Pangan; GAP Hortikultura; GAP Peternakan; Mekanisasi Pertanian; Penumbuhan Kelembagaan Tani; Pengelolaan Finansial; Jejaring Usaha; Akses Sumber Pembiayaan; Membuat Rancangan Pengembangan Usaha. Untuk materi penunjang, peserta akan menerima tentang Komitmen Berlatih dan Rencana Implementasi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 19 Aug 2019 19:19:37 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1538-kesiapan-petani-milenial-indonesia-magang-ke-taiwan
ZPT Alami, Hasil Tanaman Optimal http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1535-zpt-alami-hasil-tanaman-optimal bbpplembang pelatihanOTM57 sesi3CIPONGKOR. Sesi 3 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model yang dilaksanakan di Kelompok Tani Saluyu di Kp. Cicariu Desa Baranangsiang Kecamatan Cipongkor yang tergabung di Angkatan 57, dilaksanakan pada Rabu (17/07/2019). Peserta praktik membuat Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami.

bbpplembang pelatihanOTM57 sesi3 1Alit, fasilitator pelatihan yang merupakan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bandung Barat menyampaikan, “Masalah yang timbul saat pertumbuhan benih dan pertumbuhan tanaman di areal pertanaman solusinya bisa dengan menambahkan ZPT alami agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal”. “Selain itu pupuk alternatif yang dampaknya sehat baik bagi tanah dan tanaman yaitu dengan menggunakan Pupuk Organik Cair  (POC), tambah Alit.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan ZPT yaitu: bawang merah yang mengandung hormon auksin, giberelin, dan sitokinin yang bagus untuk pertumbuhan akar, rebung, taoge, bawang putih, terasi, gula merah, dan EM4. “EM4 digunakan agar menghindari tumbuhnya bakteri yang tidak baik yang malah akan mengganggu tumbuhnya tanaman”, ungkap Alit. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 17 Jul 2019 21:54:35 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1535-zpt-alami-hasil-tanaman-optimal
Pelatihan Teknis Tematik Alsintan dan Operator untuk Peningkatan LTT http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1537-pelatihan-teknis-tematik-alsintan-dan-operator-untuk-peningkatan-ltt bbpplembang pelatihanalsintan kuninganKUNINGAN. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Alsintan dan Operator di Kabupaten Kuningan. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 11-13 Juli 2019, dengan peserta sebanyak 30 orang.

bbpplembang pelatihanalsintan kuningan1Pembukaan pelatihan, Kamis (11/07/2019) oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud. “Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan pengurus kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan pengelola UPJA dalam mengelola alsintan. Setelah peserta berlatih, melihat dan mencoba langsung bagaimana cara mengoperasionalkan alsintan, maka menyadari bahwa dengan alsintan maka kerja lebih efisien efektif serta modern”, jelas Kemal sesaat sebelum membuka pelatihan.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi tentang Pengenalan Alsintan, Pengelolaan Alsintan, dan Mengoperasionalkan Alsintan. Traktor Roda 2 menjadi salah satu obyek praktik peserta dimana instruktur memberikan penjelasan mulai dari bagian-bagian yang ada pada traktor tersebut, cara penggunaannya sehingga memberikan kejelasan kepada peserta manfaat penggunaan alsintan baik dalam pengolahan lahan maupun panen sehingga kerja menjadi lebih efektif dan efisien. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 23:49:32 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1537-pelatihan-teknis-tematik-alsintan-dan-operator-untuk-peningkatan-ltt
Pemberdayaan P4S untuk Peningkatan Nilai Tambah http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1536-pemberdayaan-p4s-untuk-peningkatan-nilai-tambah bbpplembang pelatihan P4SIttifaqCIWIDEY. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah lembaga pelatihan pertanian yang didirikan, dimiliki, serta dikelola oleh petani secara mandiri atau swadaya baik perorangan maupun secara berkelompok. P4S didirikan dengan harapan petani tidak hanya menghasilkan produksi, namun bisa juga membangun jejaring kerjasama dengan para stakeholder dalam hal wirausaha pertanian yang mampu meningkatkan taraf hidup petani. Dengan keberadaan P4S pula, diharapkan muncul petani yang mampu menjadi role model yang mau secara sukarela menularkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya yang akan memberi dampak positif di lingkungannya.

bbpplembang pelatihan P4SIttifaq1Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, melalui Program Pelatihan Teknis Tematik di P4S, memandang perlu dan pentingnya peran dan kontribusi P4S dalam pembangunan pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan. Pelatihan Teknis Tematik diselenggarakan di P4S Al-Ittifaq, yang merupakan salah satu P4S binaan BBPP Lembang yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 11-13 Juli 2019 dengan peserta 20 orang petani.

bbpplembang pelatihan P4SIttifaq2Tujuan dilaksanakanannya pelatihan ini adalah: 1) menciptakan kesamaan persepsi dan gerak langkah dalam pelaksanaan pembinaan kelembagaan pelatihan pertanian swadaya, 2) mewujudkan peran dari lembaga P4S sebagai sarana tempat berlatih dibidang pertanian yang maju dan berkesinambungan, 3) mewujudkan P4S yang mampu menselaraskan arah dan tujuan dari program pemerintah dibidang pertanian.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal tentang: a) Budidaya Wortel Kurota, 2) Budidaya Buncis Kenya, 3) Budidaya Ternak Domba, 4) Mekanisasi Pertanian, 5) Membuat Pupuk Organik Bokashi Padat-Cair, 6) Membuat Pakan Ternak Limbah Pertanian. Untuk lebih memahami substansi materi, peserta praktik pengolahan lahan menggunakan alsintan, penanaman, pemupukan, pembuatan pupuk kompos cair dan padat, serta pemeliharaan domba.

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 22:37:03 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1536-pemberdayaan-p4s-untuk-peningkatan-nilai-tambah
Pelatihan Teknis Tematik Cabai Guna Menciptakan Job Creator http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1534-pelatihan-teknis-tematik-cabai-guna-menciptakan-job-creator bbpplembang pelatihantematikcabai garutGARUT. Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang menjadi prioritas pengembangan oleh Kementerian Pertanian. Perannya penting dan strategis sebagai komponen utama pada Pola Pangan Harapan yang harus tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup, mutu yang baik, aman dikonsumsi, harga terjangkau serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

bbpplembang pelatihantematikcabai garut1Salah satu upaya yang dilakukan untuk memproduksi cabai yang dapat memenuhi permintaan pasar dan juga ekspor baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya, dengan meningkatkan kompetensi para petani cabai dalam hal penguasaan teknologi tepat guna dan modern. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan. Karenanya, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik di Kabupaten Garut sebagai salah satu wilayah sentra pengembangan komoditas cabai.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 11 – 13 Juli 2019 berlokasi di BPP Cibiuk Kabupaten Garut. Tiga puluh orang petani pembudidaya cabai menjadi peserta pelatihan. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion untuk menentukan materi pelatihan, dipimpin oleh Widyaiswara BBPP Lembang, Hendra Gunawan, maka selama berlatih, peserta memperoleh materi inti tentang: a) Persiapan Benih, b) Pemeliharaan, c) Pengendalian OPT, dan d) Pemasaran. Untuk praktik, peserta praktik membuat pestisida hayati. (chetty)

        

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 20:39:56 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1534-pelatihan-teknis-tematik-cabai-guna-menciptakan-job-creator
Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian dengan Pelatihan Dasar Ahli http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1533-peningkatan-kinerja-penyuluh-pertanian-dengan-pelatihan-dasar-ahli bbpplembang pelatihandasarPPAhliKarawang penutupanKARAWANG. Penutupan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Kabupaten Karawang dilaksanakan pada Senin (15/07/2019) bertempat di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Penutupan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi, dihadiri oleh jajaran Pejabat Struktural dan Fungsional Lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Karawang serta Kepala Seksi Pelatihan Aparatur, Iwan Kurnia.

“Secara umum, proses penyelenggaraan pelatihan berjalan dengan baik mulai dari proses klasikal selama 2 minggu di BBPP Lembang dan saat praktik dan uji kompetensi dengan pola On Job Training di Kabupaten Karawang selama 1 minggu terakhir ini. Hasil evaluasi pemahaman materi, evaluasi sikap dan perilaku, daily mood, harapan dan kenyataan, dan evaluasi terhadap fasilitator seluruhnya baik”, jelas Iwan Kurnia saat menyampaikan laporan hasil pelaksanaan pelatihan. “Kami nyatakan bahwa dari 29 orang peserta, seluruhnya lulus dengan predikat baik sekali dan baik”, ujar Iwan disambut tepuk tangan seluruh peserta. Alhamdulillah, SIM untuk menjadi penyuluh sudah mereka peroleh, tentunya semua dengan kerja keras dari semua pihak selama 3 minggu ini.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah lulus dengan hasil yang sungguh memuaskan. Semoga ini menjadi penyemangat semuanya dan menjadi bekal yang baik saat mendampingi petani. Mari kita semua bisa menunjukkan kinerja terbaik untuk masyarakat kita, kita bantu petani agar mereka mampu meningkatkan produktivitasnya, meningkatkan pendapatannya, kesejahteraannya, dan tentunya kita mampu berdaulat pangan”, ungkap Hanafi sesaat sebelum menutup pelatihan secara resmi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Jul 2019 18:39:09 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1533-peningkatan-kinerja-penyuluh-pertanian-dengan-pelatihan-dasar-ahli
Kelompok Wanita Tani Kabupaten Tangerang Belajar KRPL dan Pengolahan Hasil http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1529-kelompok-wanita-tani-kabupaten-tangerang-belajar-krpl-dan-pengolahan-hasil bbpplembang pelatihankerjasama KWTTangerangLEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan Magang tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan Pengolahan Hasil Pertanian. Peserta yaitu 25 orang anggota Kelompok Wanita Tani Kabupaten Tangerang. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 18-20 Juni 2019.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi klasikal tentang Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani; Pengertian, tujuan, konsep, dan komponen KRPL; Desain KRPL; Penerapan Teknologi Hidroponik pada KRPL. Rokhedi, Widyaiswara Spesialisasi Penyuluhan memberikan motivasi kepada peserta, “Setiap kelompok itu harus ada strukturnya dan memiliki komitmen untuk bersama-sama membangun kelompok, walau secara struktur berbeda tugas dan tanggung jawabnya”, papar Rokhedi.  

Abd. Rohim, Widyaiswara Spesialisasi Budidaya pada awal penjelasannya tentang konsep KRPL menjelaskan, “Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah konsep lingkungan perumahan penduduk atau suatu lingkungan aktivitas/tempat tinggal kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan pekarangan atau lahan sekitarnya untuk kegiatan budidaya secara intensif sehingga dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan secara berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi warga setempat”. Tujuan KRPL adalah memberdayakan rumah tangga dan masyarakat dalam penyediaan sumber pangan dan gizi melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan lahan sekitar tempat tinggal, serta meningkatkan kesadaran, peran, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). Dalam desain KRPL harus memperhatikan klasifikasi tanaman, syarat tumbuh tanaman (tanah dan iklim), populasi tanaman, bentuk pekarangan, luas lahan, posisi tempat tinggal, dan sumber pengairan.

Sesi praktik, peserta membuat instalasi hidroponik yaitu vertikultur dan wick system. Selanjutnya, untuk materi pengolahan hasil pertanian, peserta praktik membuat aneka olahan pangan dari berbagai komoditas hortikultura, untuk meningkatkan nilai tambah produk. Peserta praktik membuat bawang goreng 3 rasa, rasa keju, abon, dan teri. Peserta juga praktik membuat keripik paru dari kangkung, dan keripik bayam. Untuk benchmarking keberhasilan kelompok wanita tani yang sukses dalam pelaksanaan KRPL, peserta berkunjung ke KRPL Terpadu pimpinan Wieke Lorenz.

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 20 Jun 2019 22:55:47 +0700 http://www.bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1529-kelompok-wanita-tani-kabupaten-tangerang-belajar-krpl-dan-pengolahan-hasil