PPID

22October2021

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

You are here: Home PPID Uncategorised

Kementan Edukasi Pengelolaan Keuangan Melalui PLEK IPDMIP

Menuju Revolusi Industri 4.0, tuntutan perubahan semakin pesat, tidak terkecuali pada bidang ekonomi. Sebagai wujud nyata literasi dan edukasi keuangan bagi sumber daya manusia pertanian, mulai dari tingkat mikro, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menyelenggarakan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) bagi Penyuluh dan Staf Lapang Angkatan Ketiga.   Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, 28-30 Juni 2021 dan diikuti oleh penyuluh dari Kabupaten Banjarnegara, Kebumen, dan Pati.  

bbppl-ipdmip3bbppl-ipdmip3

Materi pelatihan disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Lembang dan praktisi, yang terdiri dari: Pengenalan Produk dan Layanan Keuangan Formal, Pembiayaan Pertanian - KUR & Asuransi Usaha Tani Padi, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Produksi Lainnya, Biaya Panen lainnya, Biaya Produksi dan Pendapatan, Pelaporan Laba dan Rugi, Pembiayaan Keuangan Usaha Tani, Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga, dan ditutup dengan Penjelasan Metodologi PLEK bagi Ketua Kelompok Tani dan Rencana Tindak Lanjut.     

Adapun materi yang disampaikan berfokus pada pencatatan, analisis dan pengelolaan keuangan yang berbasis pada data sehingga peserta dapat melakukan manajemen terbaik   untuk keuangan yang didasari pada pondasi kesadaran, keterampilan, perilaku  dan sikap dalam pengambilan keputusan individu agar tercapai kemandirian finansial.  

Sesuai dengan tupoksi BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP pada lain kesempatan mengatakan, penyuluh harus tahu cara mengelola uang. Sebab, jika pengelolaan keuangan tidak beres bisa berbahaya.   “Pengelolaan yang tidak baik, bisa menghambat program. Apalagi jika terjadi penyimpangan. Bukan hanya bisa menghambat, tetapi juga bisa menghancurkan petani, penyuluh, dan semuanya,” tutur Dedi Nursyamsi.  

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga mendukung tercapainya pertanian maju, mandiri, dan modern dimulai dari perubahan di tingkat individu, termasuk dalam pengelolaan keuangan. "Kita tidak bisa lagi menggunakan paradigma lama dan banyak cara-cara baru yang harus kita pelajari dikarenakan kemajuan teknologi sangat cepat, “ tegasnya  

Kegiatan ditutup oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. "Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk ekonomi mulai dari level individu petani," pungkasnya saat menutup acara. Lebih lanjut, Ajat berharap seluruh materi yang diberikan dapat disampaikan kembali kepada petani dengan metode dan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh petani serta membawa perubahan dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.    

Berdasarkan evaluasi pemahaman materi, terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan. "Pelatihan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan kami maupun petani. Semoga rencana tindak lanjut dapat segera disampaikan dan direalisasikan kepada petani binaan," ungkap Priyatno, salah satu peserta memberikan kesan pesannya selama pelatihan. 

Kementan Libatkan BBPP Lembang Perkuat Food Estate di Kabupaten Klaten

bbppl-abt-klatenbbppl-abt-klaten

Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komado Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tengah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian salah satunya melalui program Food Estate. Peningkatan produksi komoditas lokal sebagai penguatan pangan menjadikan program ini prioritas untuk segera dilakukan eksekusi di seluruh wilayah yang telah ditetapkan.  

Melalui food estate, Mentan SYL berharap hasil pertanian yang ada di daerah bisa memasok hasil pertanian untuk seluruh wilayah Indonesia. "Food Estate adalah jawaban untuk menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia. Stabilitas negara dipengaruhi oleh stabilitas pangan suatu daerah," kata Syahrul Yasin Limpo pada suatu kesempatan.  

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan ada sejumlah langkah yang akan dilakukan Kementerian   Pertanian melalui BPPSDMP untuk mendukung pendampingan petani di lokasi Food Estate.   

Adapun kesuksesan dalam program ini dimulai dari peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pertanian yakni petani dan penyuluh sebagai garda terdepan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT lingkup pelatihan pertanian di bawah Eselon I BPPSDMP menggelar pelatihan teknis bagi petani dan penyuluh di 15 Kabupaten Wilayah Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Klaten.  

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari sejak 1 Juni hingga 3 Juni 2021. Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klaten, Widiyanti. Pelatihan tiga angkatan yang terdiri dari satu angkatan (30 orang) aparatur dilakasanakan di Kecamatan Trucuk dan dua angkatan (60 orang) peserta non aparatur dilaksanakan di Desa Sajen dan Desa Puluhan.  

Materi Pelatihan Teknis Tematik bagi aparatur meliputi: Analisa Hasil Data Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), Teknik Penyusunan Programa, Teknik Penyusunan RKTP, Teknik Penyusunan Materi, Metoda dan Media Penyuluhan Pertanian, dan Pengembangan Poktan Berbasis Korporasi.  

Materi Pelatihan Teknis Tematik bagi Non Aparatur mengangkat tema komoditas padi sebagai komoditas lokal unggulan, yang terdiri dari: pengelolaan pemupukan berkelanjutan, teknik penangkaran benih padi, kelembagaan tani, teknik penyusunan rencana kerja poktan, pengelolaan pascapanen padi, pemasaran, kemitraan, dan ditutup dengan membuat rencana tindak lanjut.  

Setelah tiga hari mengikuti keseluruhan materi pelatihan, Tut Wuri Handayani, salah satu peserta penyuluh di BPP Cawan Klaten mengungkapkan kepuasannya terhadap pengalaman pelatihan yang didapat. "Terima kasih BBPP Lembang telah memfasilitasi kami. Menjadi bekal yang luar biasa bagi kami agar dapat kami sampaikan kepada petani maupun penyuluh lainnya," tuturnya. 

Bimtek Kabupaten Bandung Ajak Menjadi Penyuluh dan Petani Kreatif dan Berdaya

"Menjadi Penyuluh dan Petani Kreatif dan Berdaya" menjadi materi pembuka yang disampaikan pada Bimbingan Teknis (bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh, Jumat (19/03/21) oleh Yadi Srimulyadi, Anggota Komisi IV DPR RI. Diselenggarakan di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung, bimtek diikuti oleh 100 orang petani dan penyuluh di Kabupaten Bandung.

bbppl-soreang2bbppl-soreang2

"Panjangnya mata rantai komoditas pertanian menjadi tanggung jawab pemerintah bersama legislatif," buka Yadi. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani malalui terobosan inovatif. Yadi berharap sebagai petani dan penyuluh di era milenial dapat berkreasi dan berinovasi.  "Salah satunya dengan transfer teknologi yang hemat lahan, hemat biaya, bebas hama, memangkas mata rantai distribusi," lanjutnya. 

Yadi, yang merupakan mantan Bupati Kabupaten Bandung, juga berbagi pandangannya tentang kondisi sumberdaya pertanian. "Jarang ada anak muda yang punya cita-cita jadi petani, ini akan menjadi bahan kami untuk disampaikan kepada kementerian terkait," katanya.

Ia menegaskan Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian siap memperjuangkan dan mengimplementasikan inovasi-inovasi pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan pertanian Indonesia.

Menurut Yadi, dengan membuat kelompok tani, mengolah dan memaksimalkan komoditas seperti kopi-dari hulu ke hilir, dan mengirimkan proposal ke Dinas Pertanian setempat, menjadi langkah-langkah yang dapat diimplementasikan petani dan penyuluh untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Ia juga memastikan Komisi IV, yang menangani ketahanan pangan, bersama pemerintah dan DPR RI medukung kepentingan petani seperti alsintan dan memberi bekal pengetahuan secara langsung bagi petani dan penyuluh salah satunya melalui kegiatan bimtek ini. 

Sejalan dengan hal itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. "Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian," jelas Syahrul.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, juga menyampaikan pentingnya peningkatan SDM. "Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian," katanya. 

Lebih lanjut, Yadi membuka diskusi pada akhir sesi untuk mendengar langsung kendala yang dialami petani dan penyuluh. Isu impor dan harga hasil tani yang fluktuatif menjadi pembahasan hangat yang disampaikan para petani.

Yadi menegaskan pemerintah bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Komisi IV DPR dan Kementan bertanggung jawab untuk meningkatkan produksi pangan yang sampai saat ini masih terpantau aman untuk mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Namun Ia memastikan Komisi IV bersama Kementerian Pertanian akan berpihak pada peningkatan kesejahteraan petani dan penyuluh melalui program-program pertanian berwawasan enterpreneur dan teknologi. 

Praktik Pembuatan Selai Wornas, Inovasi Olahan Nanas

bbppl-wornasbbppl-wornasJumat (18/4) peserta Pelatihan Vokasi Komoditas Hortikultura melakukan praktik langsung pengolahan selai buah. Praktik dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Sebanyak 30 orang peserta berasal dari Kabupaten Subang dibagi ke dalam lima kelompok praktik. Dipandu oleh Widyaiswara BBPP Lembang, selama empat jam pelajaran peserta mencoba sendiri pembuatan selai wornas (wortel nanas).

Pemilihan wornas sebagai materi pelatihan menyesuaikan dengan daerah asal peserta yakni Kabupaten Subang sebagai salah satu sentra komoditas nanas yang sangat popular. Melalui pelatihan kali ini diharapkan peserta dapat memanfaatkan potensi nanas menjadi produk lain yang bernilai jual tinggi.

“Kami menyesuaikan dengan daerah asal peserta agar bisa membuat produk olahan dengan sumber daya yang ada," jelas Wawa Risnawati, salah satu praktisi pengolahan hasil. Selai wornas merupakan inovasi pengolahan nanas yang dibuatnya bersama tim Widyaiswara BBPP Lembang dan menjadi alternatif selai dengan penampilan yang lebih cantik serta bergizi tinggi.

“Harapannya peserta dapat menerapkan di lapangan dan menjadi ladang usaha," tambah purnabakti Widyaiswara BBPP Lembang ini.

Praktik pembuatan wornas menjadi hal yang baru bagi peserta. Indra, salah satu peserta menyatakan sangat bersemangat mengikuti praktik hari ini. "Terima kasih kepada fasilitator atas materi yang diberikan. Semoga yang kami praktikkan hari ini dapat segera kami terapkan di daerah masing-masing," ungkapnya.

Pelaksanaan praktik disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan salah satu fokus BBPP Lembang yakni pada bidang pengolahan hasil pertanian. Selai wornas yang dibuat dapat bertahan ±3 bulan pada suhu ruangan atau suhu lemari pendingin dengan kebersihan yang terjaga dan teknik pembuatan yang tepat. Agar bertahan lebih lama dapat ditambahkan pengawet Natrium Benzoat.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, meningkatkan kompetensi peserta, dan memberikan alternatif di bidang pengolahan hasil pertanian. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang juga mengajak petani untuk turut terus mengembangkan kemampuan dan berinovasi dalam pertanian, terutama bagi kaum milenial.

“Dengan memanfaatkan teknologi, kita membuka peluang buat generasi milenial untuk masuk dalam sektor pertanian. Banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk turut mengangkat pertanian, mulai dari pengolahan hasil panen hingga membuat start up yang bisa mendukung penjualan hasil panen,” papar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga menuturkan di setiap kesempatan untuk mengajak generasi milenial terjun ke pertanian karena berbagai inovasi dilakukan pemerintah untuk menarik perhatian para milenial. 

“Pertanian saat ini sudah menggunakan teknologi dan mekanisasi berbasis 4.0, pengolahan dilakukan dengan digitalisasi, melakukan pendampingan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dari hulu ke hilir, membuka peluang kolaborasi dengan multi-stakeholder, institusional, komunitas dan juga pihak media," ungkapnya.

BBPP Lembang Kembali Gelar Pelatihan Fungsional Alih Kelompok

Untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern diperlukan sinergi antar UPT Kementerian Pertanian. Sebagai salah satu UPT pelatihan Kementerian Pertanian di bawah eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang turut aktif dalam mengadakan pelatihan pertanian, salah satunya melalui pelatihan fungsional penyuluh pertanian alih kelompok.

bbppl-alih-maretbbppl-alih-maret

Selasa (16/03/21), diselenggarakan pelatihan fungsional bagi alih kelompok angkatan pertama, diikuti oleh 31 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat; Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya; Dinas Pertanian Kabupaten Bandung; dan Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur. Pelatihan dibuka oleh Kabag Umum sekaligus Pelaksana Harian BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, dihadiri oleh pejabat koordinator, pejabat sub koordinator, dan pejabat fungsional widyaiswara BBPP Lembang.

Pelatihan akan dilaksanakan selama dua pekan mulai dari 16 Maret sampai dengan 29 Maret 2021 di kampus BBPP Lembang dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Penyelenggaraan pelatihan bagi penyuluh pertanian sejalan dengan visi misi Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kompetensi SDM pertanian termasuk penyuluh pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, penyuluh pertanian adalah agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian harus hebat dan mampu mengelola pertanian yang ada di masyarakat. Menurutnya, salah satu tugas penyuluh adalah memastikan produksi tetap berlangsung. “Sebagai garda terdepan dalam pertanian, penyuluh juga harus mendampingi petani agar produksi yang dihasilkan benar-benar berkualitas," tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, juga mengingatkan bahwa pertanian membutuhkan sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini makin kompleks. “Jadilah penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa” ujar Dedi Nursyamsi.

Selama pelatihan peserta akan mendapat materi dan pelatihan klasikal maupun praktik. Dimulai dari kebijakan pembangunan pertanian, kebijakam dan strategi penyuluham pertanian, pengembangan budaya kerja dan kode etik penyuluhan, dinamika kelompok, dasar-dasar penyuluhan pertanian, ketenagaan penyuluhan pertanian, identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem, dan program penyuluhan pertanian.

Selain itu diberikan pula materi terkait media penyuluhan pertanian, penumbuhan dan pengembangan kelembagaan tani dan kelembagaan ekonomi petani, pengembangan profesi penyuluh, pengemasan data dan informasi berbasis internet, hingga dasar-dasar kewirausahaan. Praktik yang dijalankan meliputi praktik penyuluhan, penyusunan laporan, dan uji kompetensi. 

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan penyuluh pertanian yang unggul, kreatif, dan berintegritas, guna membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783