Panen Padi Di Tengah Pandemi

Panen Padi Di Tengah Pandemi

bbpplembang panen cimahi1bbpplembang panen cimahi1CIMAHI. Penggunaan benih pada jenis baru mendongkrak hasil panen petani di Kota Cimahi, Jawa Barat.

“Varietas yang kami tanam Inpari 42, Ciherang, dan Nawacita dengan benih kesatu dan ketiga sehingga hasilnya tinggi," ungkap Adang Amas, seorang petani di Cimahi, Senin (20/4).

Adam hanyalah salah satu petani yang merasakan hasil panennya bagus. Bersama puluhan rekannya di Kota Cimahi, produksi sawahnya mencapai 9,77 ton/ha, yang menghasilkan produksi padi 1.339,85 ton gabah kering giling pada musim awal kami tanam padi saat ini.

“Alhamdulillah karena kita pakai benih baru sehingga hasilnya bagus dan memuaskan," tambah Adam dengan wajah berbinar.

Ungkapan Adam dibenarkan Koordinator Penyuluh Kota Cimahi, Yuyu Yuhartini. “Dari 6 wilayah di Kota Cimahi sentra komoditas padi yaitu Kelurahan Cibabat dan Citeurep di Kecamatan Cimahi Utara, Kelurahan Cibeber dan Leuwigajah di Kecamatan Cimahi Selatan, dan Kelurahan Padasuka di Kecamatan Cimahi Tengah, produktivitas mencapai 9,77 ton/ha, yang menghasilkan produksi padi 1.339,85 ton gabah kering giling pada musim awal kami tanam padi saat ini."

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memperoleh amanah untuk berpartisipasi aktif mendukung program utama Kementerian Pertanian, yaitu Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian).

Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud menyampaikan, “Kami mendukung Program Kostratani bentuknya melalui pendampingan di wilayah Kostratani Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi dengan melakukan pemetaan wilayah yang mengalami panen pada komoditas strategis seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, sapi potong, ayam broiler, dan ayam." Kota Cimahi memiliki areal sawah seluas 137,14 hektare.

Kementerian Pertanian bertekad mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, seperti yang selalu diungkapkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini tidak boleh menyurutkan aktivitas pertanian.

Ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi pun mengatakan di berbagai kesempatan, “Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita," jelas Dedi.

“Namun tetap perhatikan protokol pertanian di lapangan," imbuh Dedi. (chetty)